TribunJateng/

Jika Terjadi Pemotongan Ganda saat Transaksi Non Tunai di Jalan Tol, Pengendara Bisa Lakukan Ini

"Asalkan pengguna jalan sabar menempelkan, tidak mengubah-ubah posisi kartunya maka pemotongan saldo tetap satu kali,"

Jika Terjadi Pemotongan Ganda saat Transaksi Non Tunai di Jalan Tol, Pengendara Bisa Lakukan Ini
tribun jateng/zaenal arifin
Pengguna jalan tol melakukan pembayaran menggunakan kartu Tapcash BNI di tol Banyumanik Semarang, Minggu (15/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jasa Marga Cabang Semarang mengimbau masyarakat yang mengalami pemotongan ganda saat melakukan transaksi pembayaran nontunai dapat melakukan klaim ke bank terkait.

Hal itu menyusul keluhan sopir truk yang saldonya berkurang dua kali dari tarif saat melintas di jalan tol.

Deputi General Manager Operasi Jasa Marga Semarang, Aprimon‎ mengatakan, dalam kondisi normal meskipun alat slow respon, pemotongan saldo tetap dilakukan satu kali.

"Asalkan pengguna jalan sabar menempelkan, tidak mengubah-ubah posisi kartunya maka pemotongan saldo tetap satu kali," ujar dia, Kamis (2/11/2017).

Aprimon mengatakan, jika saldo terpotong dua kali, bisa disebut double deduct (pemotongan ganda di 1 merchant pada waktu kurang dari 10 detik) yang kemungkinannya sangat kecil.

"Itu artinya kondisi yang tidak normal, pada development dan rangkaian uji coba selalu berusaha meniadakan kondisi tidak normal tersebut yang kadang juga masih berlaku walaupun kemungkinan sangat kecil," ujar dia.

‎Dia menjelaskan, jika dicurigai ada kondisi seperti itu, konsumen bisa cek status transaksi terakhir di ATM atau mesin EDC bank terkait.

"Jika terjadi hal tersebut petugas Jasa Marga Semarang yang berada di gerbang dapat membantu untuk kemudian melanjutkan klaim ke bank," ucap dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: suharno
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help