Home »

Solo

Pernikahan Anak Presiden

Tukang Becak Pengantar Tamu Jokowi Mantu pun Harus Lolos Tes Kesehatan

Petugas kebersihan Solo mendapat jatah seragam batik sebanyak 108 orang, petugas perlindungan masyarakat (linmas) 114 orang, dan

Tukang Becak Pengantar Tamu Jokowi Mantu pun Harus Lolos Tes Kesehatan
tribunjateng/akbar hari mukti
BAJU BATIK - Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo secara simbolis memberikan seragam baju batik kepada sejumlah petugas pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution, di Loji Gandrung, Solo, Sabtu (4/11/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Bagi-bagi baju seragam batik. Itulah yang dilakukan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, kepada para tukang becak dan petugas kebersihan yang terlibat dalam pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu, dengan Bobby Nasution.

Pembagian seragam batik dilakukan di rumah dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung, Sabtu (4/11). Para petugas yang diberi seragam batik itu akan disiagakan pada saat acara pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution, Rabu (8/11) mendatang.

Petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Solo mendapat jatah seragam batik sebanyak 108 orang, petugas perlindungan masyarakat (linmas) 114 orang, dan tukang becak 50 orang.
Selain membagikan seragam batik, Rudy, sapaan FX Hadi Rudyatmo, juga memberikan pengarahan mengenai tugas dan tanggung jawab para petugas.

Wali Kota mengingatkan kepada para petugas itu untuk berkonsentrasi penuh kepada pekerjaannya.

"Jangan sampai ada permasalahan. Misal, untuk kebersihan toilet, serta kebersihan kawasan harus tetap terjaga. Jangan sampai malah muncul kegaduhan," terangnya saat memberikan pengarahan.

Rudy juga merinci mengenai tugas dari setiap satuan yang akan disiagakan, di antaranya untuk petugas kebersihan akan mulai bekerja pada Senin (6/11) hingga Rabu. Sedangkan petugas linmas akan mulai berjaga mulai Selasa hingga Rabu, dan dibagi menjadi tiga shift.
"Untuk para sopir becak, mulai tugas pada hari H selama satu hari. Mulai dari pagi sampai malam hari," jelas Rudy.

Tugas mereka mengantarkan para tamu dari lokasi parkir menuju gedung tempat resepsi pernikahan, Gedung Sabha Buana, Solo, lokasi yang sama dengan tempat pernikahan Gibran (putra tertua Presiden Jokowi) dan Selvi Ananda.
Rudy pun mengingatkan agar para tukang becak yang tidak lolos tes kesehatan agar bisa bisa menerima secara legowo. Alasannya, manaka kondisi kesehatan tidak fit, hal itu justru akan berisiko untuk dirinya sendiri maupun orang lain.

"Kalau memang tidak lolos, nanti mending tidak usah narik. Kalaupun nekat narik ya sudah, tapi sekali saja tidak apa-apa," ucap Wali Kota.

Bantuan pengamanan

Adapun, pengamanan terhadap acara pernikahan tersebut tidak hanya dilakukan paspampres, anggota TNI, Polres Surakarta, dan Polda Jateng, tetapi juga ada bantuan dari Polres Brebes. Setidaknya, sebanyak 36 personel Polres Brebes diberangkatkan ke Solo pada Minggu (5/11) dini hari.

"Kami kirim 36 personel, terdiri dari gabungan Satuan Lalu Lintas, Reskrim, Intelkam, dan Sabhara," kata Kapolres Brebes, AKBP Sugiarto.

Mereka diperbantukan (BKO) di sejumlah titik lokasi pernikahan hingga selesai acara, yakni selama empat hari, dari Minggu hingga Kamis. Kapolres juga melakukan pemeriksaan kerapian, penampilan, serta seragam polisi (gampol) personel tersebut.

Selain mengirim personel, Polres Brebes juga mengirimkan empat kendaraan patroli, terdiri dari dua unit mobil sedan dan dua sepeda motor gede Satlantas untuk membantu pengawalan tamu.
"Pengiriman bantuan personel (BKO) tidak hanya dilakukan Polres Brebes, tetapi juga Polres seluruh Jawa Tengah, sesuai dengan instruksi Kapolda Jateng (Irjen Pol Condro Kirono-Red)," kata mantan Kapolres Rembang itu.

Pasalnya, hajatan mantan putri Presiden Jokowi itu diperkirakan akan dihadiri ribuan tamu dan undangan, mulai dari keluarga, kalangan pejabat, tamu dari negara sahabat, hingga masyarakat umum.

Pengamanan akan dilakukan meluas hingga Kabupaten Sukoharjo, Boyolali, Klaten, dan sekitarnya. Sugiarto berpesan kepada personel bantuan itu agar tidak bertindak secara berlebihan atau arogan. Selain itu harus tetap menjunjung etika dan bersikap humanis.
"Saya pesan kepada anggota untuk tidak arogan, jaga etika, humanis, dan jaga nama baik Polri. Ikuti perintah perwira pengendali (padal) di lapangan, dan mengingatkan mereka untuk menjaga kesehatan," imbuhnya. (tribunjateng/cetak/tribunjateng/ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help