TribunJateng/
Home »

Techno

» News

Gara-gara Pembatasan dari Pemerintah, Penjualan Kartu Perdana Smartfreen Turun 20 Persen

Pada bulan lalu sebelum adanya peraturan tersebut kami dapat menjual hingga 120 ribu kartu perdana

Gara-gara Pembatasan dari Pemerintah, Penjualan Kartu Perdana Smartfreen Turun 20 Persen
TRIBUN JATENG/ALEXANDER DEVANDA WISNU
Pelanggan saat akan melakukan registrasi nomor di gerai Smartfren yang berada di jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah 

Laporan Tribun Jateng, Alexander Devanda Wisnu P

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -Paskaputusan Peraturan Menteri komunikasi dan informasi Republik Indonesia no 21 tahun 2017 mengenai pembatasan kartu perdana bagi pelanggan, Smartfreen mengalami penurunan penjualan sekitar 20 persen,Selasa (7/11/2017).

Peraturan tersebut dikeluarkan menkominfo mengatur soal NIK dan KK maksimal hanya untuk tiga nomor seluler.

Head PT Smartfreen North Central Java, Arinto Utama mengatakan penjualan kartu perdana pasca keputusan tersebut menurun hingga 20% dari penjualan bulan lalu.

" Pada bulan lalu sebelum adanya peraturan tersebut kami dapat menjual hingga 120 ribu kartu perdana sekarang hanya sekitar 96 ribu.Namun penurunan tersebut juga dipicu perpindahan dari CDMA ke GSM yang sedang kami lakukan dan per tanggal 15 November 2017 seluruh sistem CDMA akan kami tutup," ujar Arinto.

Baca: Kenalkan, Nubia N1 Lite dan M2 Lite, Ponsel Murah dengan Spesifikasi Tinggi

Menurutnya keputusan mengenai pembatasan dari segi keamanan sudah baik.

"Jika dilihat dari segi bisnis peraturan tersebut belum pas dan masih merugikan bagi pembisnis. Namun kami tetap mematuhi peraturan tersebut dan membantu pelanggan. Sekarang sudah sekitar 30% dari total pelanggan Smartfreen yang telah teregistrasi," tambahnya.

Rinto mengungkapkan penjualan kartu perdana terbesar pada penjualan konter hp sebesar 75 persen.

Baca: Defisit Terjadi di APBD Kota Semarang Tahun 2017, Ketua DPRD Ingin Pemkot Lakukan Ini

" Kami selama ini dalam penjualan 20 persen dari penjualan galeri kami. Sedangkan penyokong terbesar dari penjualan di konter sekitar 75 persen dan sisanya 5 persen dari toko retail seperti minimarket," ungkapnya.

PT. Smartfreen terus membantu peraturan tersebut dengan berbagai cara yakni melalui online dan konter.

Baca: Gara-gara Fotonya Masuk Katalog Alexis, Widuri Agesty Terancam Batal Dapat Kontrak Rp 900 Juta

Satu diantara pelanggan yang ditemui, Wisnu merasa kesulitan dengan adanya pembatasan kartu perdana.

" Ya saya sebenarnya setuju dengan registrasi kartun perdana namun kalau di lihat dari penjualan saya merasa kasian kepada pedagang konter. Saat akan melalukan registrasi sering mengalami kegagalan," tutur Wisnu. (*)

Penulis: Alexander Devanda Wisnu P
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help