TribunJateng/
Home »

Jawa

Inilah Identitas Para Pendaki yang Tersesat di Puncak Gunung Kelud

Hingga Selasa dini hari (7/11/2017) proses evakuasi oleh Tim SAR yang terbagi dua titik itu masih berlangsung.

Inilah Identitas Para Pendaki yang Tersesat di Puncak Gunung Kelud
TRIBUNJATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Dramatis dan mengharukan. Pendaki Gunung Slamet yang hilang selama tiga hari di puncak, berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan dalam kondisi selamat. 

TRIBUNJATENG.COM, KEDIRI- Sulitnya medan menghambat Tim SAR Gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri bersama SAR Basarnas dan TNI/POLRI  dalam proses evakuasi para pendaki yang tersesat di Puncak Gunung Kelud.

Hingga Selasa dini hari (7/11/2017) proses evakuasi oleh Tim SAR yang terbagi dua titik itu masih berlangsung.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, identitas para pendakiitu yakni sebanyak 9 mahasiswa bernama Arik, Miswa, Santi, Ani dan Nani, Agus, Sutris dan Raka.

Sedangkan, di tempat itu juga terdapat anggota Karang Taruna dari LMDH Kabupaten Blitar bernama Hari, Heru dan Wardi.

Baca: Prakiraan Cuaca Jateng, Jangan Lupa Bawa Payung Ya, Mayoritas Wilayah Jateng Bakal Hujan Malam Ini

  Belum dapat dipastikan para mahasiswa itu berasal dari perguruan tinggi mana saja.

Kejadian pendaki tersesat itu berawal ketoka para rombongan itu mulai tracking dari Desa Tulungrejo Kabupaten Blitar pukul 09.00 WIB.

Seorang pendaki wanita bernama Nani pingsan sekira pukul 15.00 WIB.

Cuaca ekstrem hujan lebat yang terjadi di lokasi pendakian itu diduga kuat menjadi penyebab kondisi pendaki drop.

Untuk diketahui para pendaki itu menuju ke Puncak Gunung Kelud melewati jalur tak resmi.

Baca: Wanita Ini Nikahi Brondong yang 20 Tahun Lebih Muda, Suaminya Ternyata . . .

emkab Kediri masih menutup akses menuju Puncak Kelud pasca erupsi Gunung Kelud 2014 silam.

Hingga berita ini ditulis Tim SAR masih belum sampai ke titik para pendaki yang tersesat itu.

Mereka berupaya secepatnya mengevakuasi pendaki yang pingsan sebelum berpotensi terkena hipertermia. (Mohammad Romadoni).

Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help