TribunJateng/

Ini Penjelasan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Tentang Pasangan Selingkuh Gancet

Vaginismus adalah suatu keadaan dimana ada retensi atau hambatan untuk dilakukannya penetrasi pada vagina

Ini Penjelasan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Tentang Pasangan Selingkuh Gancet
Net
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita D

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Tahun 2016, dunia media sempat dihebohkan oleh pasangan selingkuh asal Kenya yang harus dibawa ke rumah sakit menggunakan tandu.

Pasalnya penis lelaki tersebut tidak bisa dikeluarkan atau dicabut dari vagina alias gancet.

Baca: Pernikahannya Sempat Viral, Inilah Kabar Terakhir Pernikahan Oma Martha

Kepada tribunjateng.com, Rabu (7/11/2017), Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin kota Semarang, dr Galih Sari Damayanti, Sp.Kk (31),  mengatakan keadaan tersebut disebut sebagai vaginismus atau keram vagina.

Vaginismus adalah suatu keadaan dimana ada retensi atau hambatan untuk dilakukannya penetrasi pada vagina.

Dokter Galih mengungkapkan, vaginismus terjadi karena adanya kontraksi dasar panggul.

Baca: Siapakah Wanita Perekam Hewan Dicekoki Miras di Taman Safari? Foto-fotonya Bikin Netizen Merem Melek

"Saat terjadi kontraksi, vagina tidak bisa dimasukki benda apapun termasuk jari. Lalu seperti kasus pasangan selingkuh tersebut, ketika keram terjadi saat penis terlanjur  berada di dalam vagina, maka harus segera mendapat penanganan medis. Penis tidak bisa begitu saja dicabut."

Baca: 5 Fakta Terungkap Kasus Pasangan Kekasih yang Dituduh Mesum di Tangerang,

Tidak seperti keram pada tangan dan kaki yang disebabkan oleh keadaan fisik seperti kelelahan, keram vagina ini lebih disebabkan oleh keadaanan psikis.

"Kemungkinan vaginismus ini disebabkan trauma seksual, psikologis, dan riwayat saat berhubungan seks.

Semisal memiliki latar belakang pemerkosaan, pelecehan seksual, phobia penis, bahkan ketakutan seperti yang

dialami pasangan selingkuh tersebut," tutur dokter yang bekerja di Rumah Sakit Columbia Asia Semarang.(*)

Penulis: Wilujeng Puspita Dewi
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help