TribunJateng/

Ke Batang, Cobain Lontong Lemprak Mbak Moen Bikin Lidah Bergoyang

Lontong lemprak Mbak Moen bisa menjual ratusan porsi setiap harinya, lontong lemprak karena ludes dibeli para pelanggan

Ke Batang, Cobain Lontong Lemprak Mbak Moen Bikin Lidah Bergoyang
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Lontong Lemprak Mbak Moen 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Lontong lemprak Mbak Moen bisa menjual ratusan porsi setiap harinya, bahkan pengunjung acap kali harus pulang tanpa bisa mencicipi seporsi lontong lemprak karena ludes dibeli para pelanggan, Jumat (10/11/2017).

Lokasinya di Alun Alun Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Lontong dengan siraman kuah santan dan bumbu rempah serta dibubuhi suwiran daging ayam kampung selalu menjadi incaran masyarakat Batang dan pelancong dari luar kota.

Tak jarang para pelanggan harus kecewa karena tak bisa menikmati lontong lemprak karena warung Mbak Moen kehabisan stok daging ayam kampung dan telur bebek.

Seperti yang dialami Samsyuri (47) warga Kabupaten Batang, dia harus pulang tanpa bisa mencicipi lontong lemprak.

Lontong Lemprak Mbak Moen
Lontong Lemprak Mbak Moen (TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO)

"Sebenarnya sama seperti lontong opor pada umumnya, tapi yang bikin istimewa suwiran ayam kampung dan ada telur bebeknya," ujarnya.

Lontong Lemprak Mbak Moen buka setiap hari dari pukul 17.00 WIB hingga petang hari.

Dikatakan sang penjual, usaha kuliner lontong lemprak yang ia geluti sudah lama berdiri.

"Kalau dihitung sudah lima generasi, dari buyut, nenek, ibu, kakak, dan yang melanjutkan saya," terang Atik (37).

Baca: Pagi-pagi di Tegal, Jangan Lupa Cicipi Nasi Khasnya, Ponggol di Alun-alun

Atik yang dibantu satu pekerja bisa menghabiskan 11 ayam kampung tiap harinya.

"Jam 8 malam sering habis, padahal kami buka pukul 5 sore, ya sekitar 200 porsi," imbuhnya.

Untuk menikmati satu porsi lontong lemprak dan segelas teh hangat para penikmat kuliner cukup membayar Rp 21 ribu, namun perlu dicatat, harus datang sedikit awal jika tak mau kehabisan.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help