Musim Penghujan

Klarifikasi BPBD Banyumas Soal Longsor di Bantaran Sungai Pelus

BPBD Banyumas mengklarifikasi pemberitaan yang menyebut puluhan rumah di bantaran sungai Pelus

Klarifikasi BPBD Banyumas Soal Longsor di Bantaran Sungai Pelus
tribunjateng/khoirul muzaki/BPBD Banyumas
AMBROL - Curah hujan tinggi picu pergerakan tanah yang mengakibatkan jalan dan talut ambrol, serta rumah tertimpa longsor. (BPBD Banyumas) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - BPBD Banyumas mengklarifikasi pemberitaan yang menyebut puluhan rumah di bantaran sungai Pelus, Kelurahan Mersi Purwokerto rusak parah karena longsor pada Minggu pagi (12/11).

Komandan TRC Banyumas Kusworo mengatakan, pihaknya telah mengecek kondisi lapangan usai kabar itu mencuat.

Kusworo memastikan, tidak ada peristiwa longsor yang mengakibatkan puluhan rumah rusak pada Minggu (12/11).

Kusworo juga membantah adanya sejumlah keluarga yang diungsikan karena rumahnya rusak tergerus longsor.

"Tidak benar ada puluhan rumah rusak karena longsor kemarin. Tidak ada yang mengungsi. Sudah kami cek," katanya, Senin (13/11).

Kusworo tak memungkiri, beberapa rumah di bantaran Kalipelus tepatnya di Kelurahan Dukuh Waluh dan Mersi Purwokerto sempat rusak pada beberapa bagian karena longsor.

Namun, kejadian longsor itu sudah berlangsung lama, pada Minggu (15/10) lalu.

Saat itu, sungai Pelus meluap bersama empat sungai besar lainnya di Banyumas. Luapan sungai kala itu sampai menggerus tebing sungai hingga menyebabkan kerusakan beberapa bangunan rumah di bantaran sungai.

Setelah kejadian itu, air sungai Pelus tercatat hanya meluap sekali hingga sekarang. Dampak luapan itu pun, menurut Kus, tidak separah luapan pada 15 Oktober silam. Selain dua kejadian itu, debit sungai Pelus masih terbilang normal hingga sekarang.

Kus mengatakan, pihaknya selalu memantau kondisi sungai-sungai di Banyumas terutama saat turun hujan berintensitas tinggi.

"Kalau tebing itu terkikis sungai sedikit demi sedikit bisa jadi. Namun untuk sekali kejadian yang langsung merusak beberapa rumah itu sudah lama, (15/10) lalu,"katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved