TribunJateng/

Liputan Khusus

MIRIS, Anak-anak Sekarang Unggah Aksi Tawuran di Youtube

Aksi tawuran antar-kelompok remaja atau biasa disebut camp‎ direkam para pelaku dalam bentuk audio visual.

MIRIS, Anak-anak Sekarang Unggah Aksi Tawuran di Youtube
youtube
ILUSTRASI Aksi tawuran antar-kelompok remaja atau biasa disebut camp? direkam para pelaku dalam bentuk audio visual. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Aksi tawuran antar-kelompok remaja atau biasa disebut camp‎ direkam para pelaku dalam bentuk audio visual. Video aksi mereka bisa disaksikan di kanal youtube, dengan menggunakan kata kunci 'Camp'.

Pantauan Tribun Jateng, saat melakukan pencarian di kanal youtube.com dengan kata kunci itu, muncul puluhan video.‎ Mayoritas berkualitas kurang baik, tapi cukup menggambarkan fenomena yang marak terjadi.

Selain merekam aksi tawuran, beberapa video merupakan slide dari potongan-potongan foto, yang diberi backsound lagu ciptaan mereka sendiri. Video berjudul 'Camp Banowati #11 (Semarang Oetara Poesat) misalnya.

INI CONTOH DI YOUTUBE

Dalam video berdurasi 4 menit 32 detik itu, merupakan slide foto-foto dengan backsound lagu yang dinyanyikan sekelompok remaja. Lirik lagu video yang diunggah pada 6 Juli 2017 itupun cukup provokatif.

Berikut beberapa petikan lirik dalam lagu tersebut: "Bukan Budut bukan Mesir, Banowati kembali hadir. Ini lagu barunya. Dengerin yoook... Camp adalah istana yang megah, Banowati tak bisa dijajah. Kalau berani datanglah ke istana kami. Bukan tempat untuk mengadu nyali. Bukan tempat untuk membela diri, tetapi kami mencari musuh yang bernyali."

Gambar dalam slide tersebut mayoritas adalah ‎foto para remaja yang sedang berkumpul. Beberapa di antaranya membawa senjata tajam dengan berbagai bentuk.

Sementara, dalam video kedua, berjudul 'Camp Banowati #11 vs Camp Rantik #164 (Jeboll Jauh), menggam‎barkan aksi tawuran yang sedang berlangsung di ruas jalanan Kota Semarang.
Selain menggunakan berbagai macam senjata, antara lain berupa gear bekas bertali panjang, pentungan, dan senjata tajam, video berdurasi 4 menit 6 detik itu juga terdapat suara letusan petasan.

Dalam video yang diunggah pada 18 Juni 2017 itu ‎juga terdapat kata-kata, "jebol jauh, Banowati menang." Aksi tawuran dalam video tersebut berlangsung pada malam hari. Belum diketahui secara pasti di jalan mana lokasi tawuran itu berlangsung.

Dalam video ketiga berjudul 'Camp Ersen #078 vs Camp Akro #051 (Dikandangin), digambarkan aksi tawuran yang terjadi di seputaran Jalan Kokrosono dan di jalan menuju komplek perumahan Semarang Indah.

Dalam video yang diunggah pada 23 Februari 2017, berdurasi 8 menit 19 detik‎ itu, sekelompok remaja mengejar kelompok lain menggunakan berbagai macam senjata, antara lain senjata tajam, tongkat bambu, dan gear bekas yang diberi tali panjang.

Seorang dari bagian kelompok yang dikejar bahkan sampai terjun ke pinggiran aliran Sungai Banjir Kanal Barat. ‎Setelah memukul mundur kelompok lawan, genk pengejar tampak kembali ke tempat semula.

Sedangkan dalam video berjudul 'Camp Ransa vs Camp Bosky', berdurasi 12 menit 9 detik, terdengar suara besi beradu dengan aspal dalam aksi tawuran yang dilaksanakan pada malam hari. Selain itu, juga terjadi aksi saling lempar batu.

Tentu saja, berbagai senjata juga tampak menghiasi dalam video aksi ‎tawuran yang diunggah pada 4 Maret 2017 itu. Yang hampir selalu dapat ditemukan dalam tiap video tawuran adalah gear bekas sepeda motor yang dipasangi tali panjang. (tribunjateng/cetak/liputan khusus)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help