TribunJateng/

Wakil Ketua DPRD Kota Salatiga Minta Dinas Kesehatan Tiru E-Dokter Ala Binjai

Wakil Ketua DPRD Kota Salatiga Diah Sunarsasi mendesak Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga menerapkan pelayanan dengan aplikasi

Wakil Ketua DPRD Kota Salatiga Minta Dinas Kesehatan Tiru E-Dokter Ala Binjai
TRIBUN JATENG/DENI SETIAWAN
Rombongan DPRD Kota Salatiga melihat ruang kendali e-Government bernama Binjai Command Center di Kompleks Pemerintah Kota (Pemko) Binjai Provinsi Sumatera Utara pada Jumat (10/11/2017) lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Wakil Ketua DPRD Kota Salatiga Diah Sunarsasi mendesak Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga menerapkan sistem aplikasi layanan kesehatan berbasis elektronik untuk semakin mengoptimalkan pelayanan terhadap masyarakat.

"Kami lihat di Pemerintah Kota (Pemko) Binjai Provinsi Sumatera Utara beberapa hari lalu. Di sana semua pelayanan masyarakat sudah menggunakan sistem atau berupa aplikasi. Itu mempermudah dan mempercepat dalam pemberian layanan. Di sana kami katakan berhasil dalam penerapan e-Government," ucap Diah.

Kepada Tribunjateng.com, Senin (13/11/2017), dari berbagai aplikasi layanan, yang paling dikagumi adalah berkait kesehatan masyarakat.

Di Binjai, dari lima kecamatan yang ada, sudah ada tiga puskesmas yang telah menerapkan rawat inap dan memiliki dokter spesialis.

Baca: Anggota DPR RI Ini Berharap Anak Muda Manfaatkan Teknologi sehingga Muncul Bill Gates Baru

"Di Salatiga memang ada sebagian kecil yang sudah atau sedang menuju untuk sekaligus disediakan ruang rawat inap, tetapi tampaknya belum tersedia dokter-dokter spesialis di tiap puskesmas. Sejauh ini kan baru sebatas di rumah sakit," jelasnya.

Dia pun meyakini, Pemkot Salatiga dapat mengadopsi dan menerapkannya di Salatiga.

Dengan catatan, apabila pemerintah setempat benar-benar memiliki komitmen untuk mengoptimalkan pelayanan terhadap masyarakat khususnya di bidang kesehatan.

"Di Binjai, warga yang mau berobat atau periksa cukup daftar dan menyampaikan keluhan sakitnya apa melalui aplikasi. Sesampainya di sana, mereka tak perlu antri mendaftar. Hanya tinggal diarahkan ke dokter siapa yang akan menanganinya termasuk dalam pemberian resepnya," terangnya.

Halaman
12
Penulis: deni setiawan
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help