TribunJateng/

Operasi Zebra Candi

3.394 Pengendara Ditilang Polres Kudus, Ini Jenis Pelanggaran Terbanyak

Operasi Zebra Candi 2017 yang digelar oleh Polres Kudus menilang 3.394 pelanggar lalu lintas

3.394 Pengendara Ditilang Polres Kudus, Ini Jenis Pelanggaran Terbanyak
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Sebanyak 56 personel dari jajaran Polres Kudus menggelar razia di jalur pantura tepatnya di sisi timur Jembatan Kudus Kota Kretek, Selasa (7/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Operasi Zebra Candi 2017 yang digelar oleh Polres Kudus menilang 3.394 pelanggar lalu lintas.

Operasi yang digelar sejak tanggal 1 November 2017 sampai tanggal 14 November 2017 itu pelanggar yang ditertibkan umumnya pengendara sepeda motor.

Kepala Urusan Pembinaan Operasi Lalu Lintas Polres Kudus, Iptu Sucipto mengatakan, jumlah pelanggar didominasi oleh pengendara sepeda motor tersebut umumnya tidak melengkapi diri dengan administrasi berkendara baik SIM maupun STNK.

“Kalau yang SIM banyak yang tidak punya yang terjaring operasi. Sementara untuk STNK umumnya pada tidak bawa. Dari jumlah total pelanggar pengendara sepeda motor kisaran di angka 2,000-an,” kata Sucipto kepada tribunjateng.com, Selasa (14/11/2017).

Dia menambahkan, untuk pengendara mobil yang ditilang umumnya yang tidak dilengkapi dengan terpal.

“Meski bak terbuka dan memuat barang harus ditutup dengan terpal. Karena bisa mebahayakan. Selain itu pengendara mobil yang terjaring razia mereka memuat barang melebihi kapasitas dan plat nomor yang dimodifikasi,” tandasnya.

Semual pelanggar, katanya, mendapatkan sanksi tilang. Hanya saja, tambahnya, ada beberapa pelanggar yang tidak mendapat sanksi tilang lantaran telah melengkapi diri dengan keselamtan berkendara dan dilengkapi dengan SIM maupun STNK.

“Semisal ada pengendara telah memakai helm standar dan membawa SIM maupun STNK tapi lampu tidak menyala kami beri peringatan,” jelasnya.

Sepanjang operasi candi tersebut, kata dia, terdapat 12 kali kecelakaan di Kudus. dalam kecelakaan tersebut empat nyawa melayang dan sembilan korban dinyatakan luka-luka.

Selanjutnya, katanya, akan digelar operasi lilin candi akhir tahun nanti. Dalam operasi tersebut harapannya masyarakat lebih tertib dan menataati peraturan lalu lintas.

“Cuaca juga harus menjadi perhatian, karena tingginya intensitas hujan bukan tidak mungkin akan menyebabkan kecelakaan karena jalan licin,” kata dia. 

(*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help