TribunJateng/

Aksi Tiduran di Kubangan, Penari Cilik Ini Tuai Pujian

Hujan dan genangan yang ada tak menyurutkan peserta kirab yang terdiri dari 77 kelompok dalam menampilkan karya seni

Aksi Tiduran di Kubangan, Penari Cilik Ini Tuai Pujian
dwi layla

Laporan wartawan Tribun Jateng, Dwi Layla

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Hujan yang mengguyur kala Kirab Budaya ritual Air Salamun Rebo Wekasan Desa Jepang Kudus Jawa Tengah menimbulkan genangan di berbagai lokasi tak terkecuali depan panggung acara,  Selasa (13/11/2017).

Namun hujan dan genangan yang ada tak menyurutkan peserta kirab yang terdiri dari 77 kelompok dalam menampilkan karya seni.

Sebut saja satu di antara sekolah dasar di Jepang yang menampilkan tarian pesta panen  dan dipadukan dengan permainan tempo dulu, egrang.

Penari yang memakai baju berwarna hitam kombinasi gold ini bahkan menuai tepuk tangan dari seluruh masyarakat dan aparat yang hadir.

Tepuk tangan bukan karena penampilan mereka yang telah usai.

Masyarakat dan aparat serentak bertepuk tangan dan terkagum-kagum saat gerakan tarian anak-anak ini memaksa mereka berbaring tanpa mempertimbangkan tanah yang kotor dan adanya genangan.

"Penampilan yang sangat totalitas," puji pembawa acara ini.

Selain tiduran di genangan,  permainan egrang yang juga melengkapi tari ini juga menyedot perhatian lebih dari penonton.

Hal tersebut karena mereka berjalan dan melakukan koreografi dengan bambu yang bereka bawa, bergerak menari dengan lincahnya.

Sayangnya saat itu Musthofa telah pergi untuk menghadiri sebuah acara. Sehingga 'totalitas'  dari pelajar ini tidak dapat dinikmarinya secara langsung. (*)

Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help