TribunJateng/

Bagaimanakah Kondisi Petani Tebu di Kendal Saat Ini?

Namun sejak pabrik itu berhenti beroperasi pada dua tahun yang lalu, membuat para petani tebu garuk-garuk kepala.

Bagaimanakah Kondisi Petani Tebu di Kendal Saat Ini?
Dhian Adi Putranto
Kebun Tebu 

Laporan wartawan Tribun Jateng Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Tardi prihatin dengan kondisi petani tebu di Kendal.

Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kendal, Tardi mengaku prihatin dengan kondisi tebu Kendal. Banyak lahan sawah tebu di kelurahan Bugangin yang kini tidak terawat.

Tanaman tebu hanya dibiarkan karena dianggap sudah tidak menghasilkan untung bagi pemiliknya.

"Saat ini tanah yang tersisa untuk mengelola tebu hanya 300 hektar saja. Selebihnya petani beralih menanam ketela dan palawija," ujarnya Selasa (14/11).

Menurutnya saat pabrik gula PT Industri Gula Nusantara beroperasi, lahan tanah yang ditanami tebu di kabupaten Kendal mencapai luas 800 hektar.

Namun sejak pabrik itu berhenti beroperasi pada dua tahun yang lalu, membuat para petani tebu garuk-garuk kepala.

Pasalnya pabrik gula inilah yang memasok tebu dari para petani tersebut. Sehingga ketika pabrik tutup nasib petani menjadi kian tersungkur.

" Jika dibiarkan demikian tidak menutup kemungkinan di Kendal bahkan di Jawa tengah tidak ada lagi petani yang menanam tebu," ujarnya.

Setidaknya sebanyak 60 persen dari lahan sawah tebu menyusut.

Ia menambahkan kondisi ini diperparah dengan kebijakan pemerintah mengenai harga gula.

Menurutnya biaya produksi tebu yang tinggi tidak sebanding dengan harga gula yang tidak bisa melebihi kebijakan yang ditetapkan pemerintah.

"Namun demikian tetap mengucapkan Alhamdulillah, hutang pabrik ke petani sudah dibayar seluruhnya," tandasnya. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help