musim penghujan

BPBD: Longsoran di STT Sangkakala Jangan Dibersihkan Dulu

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto meminta longsoran di STT Sangkakala Jangan Dibersihkan Dulu

BPBD: Longsoran di STT Sangkakala Jangan Dibersihkan Dulu
tribunjateng/deni setiawan/dok
Pada Senin (13/11/2017) petang terjadi longsor di sekitar Gedung Asrama STT Sangkakala yang berada di Jalan Raya Kopeng Km 7 Dusun Kenteng Desa Sumogawe Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang Heru Subroto meminta kepada petugas Sekolah Tinggi Teologia (STT) Sangkakala untuk tidak melakukan aktivitas pembersihan terlebih dahulu terhadap bekas material longsoran di lokasi kejadian.

Hal tersebut pun sudah disampaikan kepada seluruh anggotanya seusai mengecek secara langsung di titik-titik longsoran. Pada Senin (13/11/2017) petang terjadi longsor di sekitar Gedung Asrama STT Sangkakala yang berada di Jalan Raya Kopeng Km 7 Dusun Kenteng Desa Sumogawe Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang.

“Kami minta sementara untuk tidak lakukan aktivitas pembersihan maupun lainnya di sekitar lokasi longsor karena kondisi tanahnya masih basah, mudah ambles. Dikhawatirkan bisa longsor lagi. Jadi diharapkan steril dahulu di lokasi tersebut,” jelas Heru kepada Tribunjateng.com, Selasa (14/11/2017).

Selain itu, lanjutnya, tingkat kerawanan lainnya adalah posisi sebagian pondasi talud setinggi sekitar 7 meter tersebut ada yang masih bersandar di antara bebatuan (material) longsoran dan gedung asrama. Ada pula sebagian lainnya yang miring sehingga mudah roboh.

“Masih bahaya jika dilakukan aktivitas di sana. Untuk sementara melihat perkembangan kondisi terlebih dahulu. Terlebih jika kondisi curah hujan masih sangat tinggi. Bahaya untuk petugas kami maupun relawan,” terangnya.

Heru menyampaikan, berdasarkan hasil koordinasi sementara, dalam hal penanganan pasca bencana tersebut dibutuhkan alat berat. Alat berat pun cukup kesulitan untuk masuk ke lokasi pembersihan material longsoran karena jalur yang dilewati, tanahnya rawan ambles.

“Jadi sementara pula harus dibuatkan jalur dahulu agar bisa aman dilalui alat berat. Sisa-sisa material yang mayoritas bebatuan talud yang berada di temuan harus disingkirkan dahulu, termasuk juga tanah gemburnya. Ini masih kami koordinasikan untuk penanganannya,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, terjadi longsor yang merusak talud dan dinding asrama STT Sangkakala pada Senin (13/11/2017) sekitar pukul 20.00.

Akibat kejadian itu, satu mahasiswi meninggal dunia dan dua orang luka-luka karena tertimba material longsor saat mereka sedang berada di dalam kamar. Selain itu, dihitung ada sekitar 8 kamar rusak parah.

Berdasarkan data, korban meninggal dunia adalah Resy (22) mahasiswi Tingkat II Semester III asal Kalimantan Tengah.

Lalu dua korban luka adalah Marcelina (19) mahasiswi Tingkat I Semester I asal Sumba Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Imenuel Nuban (21) mahasiswa Tingkat II Semester III asal Timor Tengah Selatan Provinsi NTT. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved