TribunJateng/

LIPUTAN KHUSUS

Guru BK Pasang Mata-mata di Medsos

Lupa-lupa ingat. Kalau saya nama facebooknya terus terang tidak begitu ingat, tapi aktivitas perilaku seperti itu saya sudah deteksi.

Guru BK Pasang Mata-mata di Medsos
TRIBUNJATENG/dok
FOTO DOKUMEN polisi berikan pembinaan kepada sejumlah siswa yang diduga terlibat tawuran 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Muh Klasin mengerutkan dahi saat ditanya aktivitas ala gangster di grup facebook tertutup bernama Camp Semarang Allstar City. Setelah sedikit dijelaskan, barulah guru bimbingan konseling (BK) SMP Hasanuddin 10 Semarang itu paham.

"Lupa-lupa ingat. Kalau saya nama facebooknya terus terang tidak begitu ingat, tapi aktivitas perilaku seperti itu saya sudah deteksi. Mereka buat istilah forum dan rembukan lewat sosmed, terus kopi darat ketemuan lintas sekolah," ujarnya, Minggu (12/11).

Aktivitas ala gangster memanfaatkan media online itu telah diketahui Muh Klasin sebagai guru BK. Bahkan, sanksi tegas bakal dia berikan apabila ada dari siswanya yang terlibat di dalamnya.
"Siswa saya yang terlibat forum itu saya ultimatum dikembalikan ke orangtuanya. Sebab, aktivitas forum cenderung negatif, karena isinya minum-minum (miras-Red) dan sejumlah hal lain," imbuhnya.

Menurut dia, aktivitas negatif siswa memanfaatkan media sosial menjadi perhatian para guru BK saat ini. Sosialisasi dan koordinasi dengan sesama guru BK pun terus gencar dilakukan.

"Saya di Sub Rayon 05 dalam musyawarah guru BK skala kecil selalu saya sosialisasikan supaya respek dan saling koordinasi dan memonitor pergerakan siswa lewat sosmed. Di wilayah Genuk dan sekitarnya saya safari keliling membawa misi bahwa fenomena forum itu terjadi lewat sosmed dan kopi darat. Alhamdulillah BK-nya bisa memahami, termasuk yang MTs," paparnya.

Muh Klasin menilai, banyak aktivitas di sosmed itu yang berujung pada aksi tawuran. Tetapi sayang, karena menurutnya belum semua guru BK bisa mengikuti aktivitas siswanya di zona sosmed.

Hal itu, lanjut dia, wajar terjadi karena mungkin tidak semua guru BK bisa mengoperasikan IT, atau masih mempunyai paradigma lama bahwa urusan pulang sekolah sudah tidak urusan guru.
"Guru BK dengan fenomena sekarang harus respek hal sekecil apapun, sesuai dengan amanat dalam pedoman operasional BK yaitu responsif," jelasnya.

Bahkan, Muh Klasin kini baru saja mereview tentang aturan sekolah bab menjaga nama baik sekolah, termasuk aktivitas sosmed. Misal foto tidak sopan bagi perempuan, itupun langsung akan dikonsultasikan ke orangtua siswa bersangkutan bahwa hal itu tidak dibenarkan sekolah.
Selain itu, aktivitas sosial yang menghina, mengandung ujaran kebencian akan ditindak pihak sekolah. Untuk menjalankan misi itu, Muh Klasin memasang mata-mata yang diberi nama 'Mata Elang'.

Mata-mata itu berasal dari perwakilan siswa di masing-masing kelas. Tujuannya menelisik aktivitas negatif para siswa lain di medsos.

"Jadi kalau saya yang mantau aktivitas siswa di facebook agak kesulitan, karena kadang ada yang tidak merespon permintaan pertemanan, jadi tampilannya terblokir. Kalau siswa kan tidak. Jadi saya buat agen-agen rahasia yang membantu bekerja memberi informasi, nanti mereka screnshot, dan lapor ke saya. Setelah itu baru saya follow up hari berikutnya," jelas dia.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help