musim penghujan

Hujan Lebat sudah sering Mengguyur Semarang, Harap Waspadai Hal-hal Begini

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto kembali mewanti-wanti kepada seluruh masyarakat untuk ekstra hati-hati

Hujan Lebat sudah sering Mengguyur Semarang, Harap Waspadai Hal-hal Begini
TRIBUN JATENG/DENI SETIAWAN
Petugas BPBD Kabupaten Semarang sedang mengamati bekas-bekas material longsor yang menimpa bangunan asrama STT Sangkakala di Jalan Raya Kopeng Km 7 Dusun Kenteng Desa Sumogawe Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, Selasa (14/11/2017) dini hari. Dalam kejadian itu, satu mahasiswi meninggal dunia dan dua luka berat. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto kembali mewanti-wanti kepada seluruh masyarakat untuk ekstra hati-hati dalam menjalankan aktivitasnya.

"Khususnya di sekitar tempat tinggal mereka yang selama ini dikategorikan rawan longsor. Tak terkecuali di sekitar tebing-tebing perbukitan. Kami mohon untuk semakin waspada. Hujan di Kabupaten Semarang sudah mulai awet," kata Heru.

Kepada Tribunjateng.com, Selasa (14/11/2017), dia mengutarakan, awetnya hujan tersebut dapat dilihat kemarin, Senin (13/11/2017). Selain curah hujan yang tinggi sejak siang hari hingga dini hari, juga sesekali diselingi angin.

"Bahayanya ketika yang tinggal di sekitar tebing, belum ada talud yang memadai, tidak ada jalur pembuangan air yang memadai pula. Bisa rawan dan berpotensi tanah di sekitar tersebut menjadi longsor," terangnya.

Dia mencontohkan, seperti contoh musibah yang terjadi di kompleks Sekolah Tinggi Teologia (STT) Sangkalala Jalan Raya Kopeng Km 7 Dusun Kenteng Desa Sumogawe Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, Senin (13/11/2017) petang.

"Di sekitar lokasi tersebut kondisi tanahnya ternyata labil dan mudah bergerak. Tanahnya gembur, mudah ambles. Dan berada di kaki bukit Gunung Merbabu. Hujan di sana ketika itu pun cukup deras dan awet sejak pukul 14.00 hingga dini hari," ucapnya.

Dugaan kondisi tanah labil, lanjutnya, dilihat ketika pada petang hari pihaknya dengan beberapa petugas BPBD Kabupaten Semarang dan Barisan Penanggulangan Bencana (Baguna) Kabupaten Semarang mengecek lokasi kejadian pasca longsor.

"Di atas bangunan asrama itu ada proyek pembangunan Gedung Serba Guna dan belum selesai. Saat kami lihat lantainya, ternyata ada banyak bekas retakan yang kemudian ditembel menggunakan semen. Itu satu yang bisa kami lihat. Belum lagi ketika saat kami menginjakkan kaki di tanah sekitar lokasi gedung," jelasnya.

Menurutnya, saat alas kaki menginjakkan tanah di sekitar Gedung Serba Guna pun mudah ambles. Bahkan di bagian tepi bangunan, terlihat mudah longsor, berlubang. Sebagian pondasi bangunan pun terlihat mengambang.

"Itu kiranya yang perlu menjadi perhatian. Dalam pembuatan talut, sistem teraseringnya pun sangat tipis. Terlebih lagi, belum tersedianya jalur pembuangan air sehingga air langsung meresap ke tanah gembur tersebut. Saat hujan deras tentu akan mudah ambles," tandas Heru.

Atas dasar itu, lanjutnya, BPBD berharap seluruh masyarakat untuk waspada, ekstra hati-hati atas segala kemungkinan yang terjadi. Saat melihat ada potensi atau tanda-tanda, diharapkan untuk dapat segera menghubungi perangkat pemerintahan setempat. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved