TribunJateng/

INSPIRASI! Warung Bayar Seikhlasnya Nyaris Bangkrut, Hal Luar Biasa Terjadi

Mereka banyak datang berombongan menggunakan mobil. Tampilan mereka tentu saja jauh dari kesan orang susah.

INSPIRASI! Warung Bayar Seikhlasnya Nyaris Bangkrut, Hal Luar Biasa Terjadi
Khoirul Muzakki
Siswa sekolah kader desa Brilian tunjukkan ikan Sidat yang dibudidayakan di kolam. 

Ternyata perkiraannya meleset. Berapapun stok Sidat yang tersedia di warung, selalu habis dipesan orang yang membelinya dengan tarif ikhlas. Namun, tak dinyana, hanya sedikit uang yang masuk ke dalam kas.

Beberapa rombongan pengunjung yang datang memakai mobil itu ternyata tak berperasaan. Mereka memesan menu sepuasnya, namun tak ikhlas membayar dengan uang pantas.

Adib pun kemudian menutup promo itu dengan beban kerugian yang sangat besar. Karena lebih banyak orang yang makan tanpa bayar, warung ini rugi sebesar Rp 50 juta.

"Ada yang datang rombongan 15 orang, 30 orang, semua dipesan. Tapi selesai makan hanya mengasih amplop satu, isinya Rp 50 ribu. Padahal mereka tahu, usaha ini untuk kembangkan pendidikan anak desa,"katanya

Adib tentu saja tak habis pikir, banyak pelanggan yang sedemikian tega. Ia pun kebingungan menambal kerugian sebesar itu lantaran usaha ini dibangun di atas jerih payah anak-anak miskin desa.

Baca: HOROR! 700 Mayat Anggota ISIS Hampir Setahun Didiamkan dalam Kontainer

Namun Adib memilih membuang jauh kekesalannya terhadap orang-orang itu. Meski tekor, usaha kuliner ini tidak boleh tutup. Para kader masih menaruh harapan dari usaha itu untuk menutup biaya hidup dan pendidikan mereka.

Adib optimis, dari sekian banyak pengunjung yang datang menikmati menu promo, tidak semuanya kranjingan. Ada yang benar-benar serius ingin menjajal menu Sidat dan jadi palanggan loyal.

"Yang sudah cocok dengan menu Sidat di sini, pasti akan datang lagi untuk membeli dan jadi pelanggan loyal,"katanya

Keyakinan Adib terbukti. Meski sempat rugi di awal, usaha rumah makan kampung Sidat kini sudah mulai meraup untung.

Halaman
123
Penulis: khoirul muzaki
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help