TribunJateng/

KEREN! Sanggar Seni Djadul Kudus Angkat Kerajinan Bambu Jadi Khas Desa Jepang

Kerajinan tangan dari bambu menjadi ciri khas dari Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

KEREN! Sanggar Seni Djadul Kudus Angkat Kerajinan Bambu Jadi Khas Desa Jepang
TRIBUN JATENG/DWI LAYLATUR ROSYIDAH
komunitas Djadul menyuguhkan berbagai kostum yang terbuat dari anyaman bambu. 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Dwi Layla

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kerajinan tangan dari bambu menjadi ciri khas dari Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Mengangkat kearifan lokal pula yang menginspirasi bagi sanggar seni Djadul untuk terus melakukan inovasi agar masyarakat luar turut mengenal desanya.

Dalam kegiatan Kirab Budaya ritual air Salamun Rebo Wekasan Desa Jepang, komunitas yang telah berdiri sejak 2005 itu menyuguhkan berbagai kostum yang terbuat dari anyaman bambu.

Anyaman bambu itu juga dibentuk hiasan kepala, sayap kupu-kupu, menghias gerobak serta masih banyak lainnya.

Para model yang mengenakan kostum anyaman bambu itu berlenggok, memperlihatkan karya seni kepada penonton yang telah menunggu peserta kirab di sepanjang jalan.

Kirab tersebut berjalan dari kantor Kecamatan Mejobo dan berakhir di Masjid Wali Al Makmur.

Erik (30), seorang anggota dari sanggar ini bertutur bahwa orientasi komunitasnya mengikuti berbagai macam kegiatan tidak hanya soal juara.

"Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat tentang eksistensi kerajinan tangan dari bambu ini, semoga kelak semakin banyak masyarakat yang mengerti dan mencintai karya dari bambu," ujarnya kepada Tribunjateng.com,  Selasa (14/11/2017).

Tak hanya sekali, hasil karya  sanggar seni Djadul ini telah turut serta dalam berbagai ajang bergensi.

Mereka pernah tampil di PRPP Convention Center di Semarang, acara serupa di Magelang dan menjadi juara pertama dalam hari jadi Kota Kudus tahun ini.

Untuk kirab kali ini, Sanggar seni djadul membutuhkan persiapan selama satu minggu lamanya.

Tema acara 'Menguri-uri Budaya Jawa', juga dirasa sesuai jika mereka menampilkan karya dari bambu ini.(*)

Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help