TribunJateng/

Ketua Komisi C DPRD Kota Salatiga Desak Tim Selektif Pilih Penghuni Rusunawa

Ketua Komisi C DPRD Kota Salatigamendesak untuk Pemkot Salatiga jemput bola serah terima aset Rusunawa di Kecamatan Argomulyo.

Ketua Komisi C DPRD Kota Salatiga Desak Tim Selektif Pilih Penghuni Rusunawa
ISTIMEWA
Rusunawa Salatiga 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Ketua Komisi C DPRD Kota Salatiga M Kemat mendesak untuk Pemkot Salatiga pro aktif, jemput bola serah terima aset Rumah Susun Sederhana (Rusunawa) di Kecamatan Argomulyo.

"Ini gampangannya sudah hampir setahun pasca selesainya proyek pembangunan rusunawa tersebut tetapi belum ada kejelasan atau kepastian kapan diserahkan. Eman-eman bangunan yang sudah terbangun itu nantinya terkesan mangkrak karena belum dapat dihuni," kata Kemat, kepada Tribunjateng.com, Selasa (14/11/2017) petang.

Dia akan meminta kepastian ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) RI, kapan aset bangunan tersebut dapat diserahkan. Jangan sampai berganti tahun.

"Seandainya ada beberapa berkas atau administrasi yang kurang, segeralah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melengkapinya. Tidak masalah jika harus wira-wiri ke Jakarta untuk jemput bola. Terpenting dan utama, semua beres, clear, sehingga dapat segera pula dihuni," terangnya.

Terkait calon penghuni rusunawa itu, lanjutnya, tim harus benar-benar selektif.

Jika memang khusus untuk pekerja industri, jangan sampai ada di luar pekerja industri yang menempati.

"Kalau prioritaskan pekerja industri lajang, laksanakan dahulu. Jangan sampai apa yang sudah menjadi aturan malah dilanggar. Atau terkesan ada transaksi di belakangnya. Jangan sampai kelak diketahui malah bukan pekerja yang menghuni," ungkap Kemat.

Penekanan lain, tandasnya, di saat seleksi calon penghuni rusunawa, tim harus dapat melihat dan memberikan penegasan. Jangan sampai justru mereka (penghuni) kelak menyewakan kamarnya untuk orang lain.

"Jadi, tim harus benar-benar selektif. Tanyakan sejak awal dan ditekan apakah yang bersangkutan benar-benar butuh untuk tempat tinggal. Apakah benar yang bersangkutan belum memiliki rumah tinggal atau selama ini masih mengontrak ataupun kos. Itu yang harus ditelusuri," paparnya.(*)

Penulis: deni setiawan
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help