TribunJateng/

Longsor di Getasan, Petugas BPBD Kabupaten Semarang Baru Tahu Dua Jam Kemudian

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Heru Subroto mengatakan pihaknya berangkat sekitar pukul 23.00 dan tiba di lokasi sekitar pukul 23.30.

Longsor di Getasan, Petugas BPBD Kabupaten Semarang Baru Tahu Dua Jam Kemudian
TRIBUN JATENG/DENI SETIAWAN
Petugas BPBD Kabupaten Semarang sedang mengamati bekas-bekas material longsor yang menimpa bangunan asrama STT Sangkakala di Jalan Raya Kopeng Km 7 Dusun Kenteng Desa Sumogawe Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, Selasa (14/11/2017) dini hari. Dalam kejadian itu, satu mahasiswi meninggal dunia dan dua luka berat. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM,UNGARAN - Senin (13/11/2017) sekitar pukul 22.00, petugas piket memperoleh laporan apabila terjadi longsor tebing di kompleks Sekolah Tinggi Teologia (STT) Sangkakala yang berada di Dusun Kenteng Desa Sumogawe Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang.

Laporan menyebutkan satu korban meninggal dan dua orang mengalami luka berat.

Lima petugas BPBD Kabupaten Semarang bergegas menuju lokasi menggunakan kendaraan rescue.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Heru Subroto mengatakan pihaknya berangkat sekitar pukul 23.00 dan tiba di lokasi sekitar pukul 23.30.

Setibanya di lokasi kejadian, kondisi area longsor telah diberi pita kuning.

Baca: Mulut Bau Naga Saat Bangun Tidur? Ternyata Ini Penyebabnya

"Ternyata kejadiannya tadi sekitar pukul 20.00. Sedangkan kami peroleh laporannya pada pukul 22.00. Mungkin karena panik sehingga mereka lupa untuk melaporkan kejadian ini kepada kami sehingga kami tahunya selang dua jam kemudian," kata Heru.

Kepada Tribunjateng.com yang turut serta dalam rombongan BPBD Kabupaten Semarang itu, Selasa (14/11/2017) dini hari, Heru menyampaikan, setelah ditanyakan kepada petugas di sekolah setempat, mereka tidak paham tata cara melaporkan ketika ada kejadian atau musibah bencana.

"Yang dihubungi oleh mereka adalah petugas Bhabinkantimbas setempat. Tetapi tidak masalah. Meskipun terlambat informasi yang diterima, kami tetap harus ke lokasi untuk cek dan langkah apa yang harus segera dilakukan pasca bencana," terangnya.

Halaman
12
Penulis: deni setiawan
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help