TribunJateng/

Pendirian Sejumlah Pabrik di Brebes Diduga Salahi Aturan

Sejumlah pabrik diketahui berdiri di lahan yang masuk dalam ruang terbuka hijau (RTH) dan bukan pada lahan industri skala besar

Pendirian Sejumlah Pabrik di Brebes Diduga Salahi Aturan
tribunjateng/suharno
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Pendirian sejumlah pabrik di Desa Jagapura, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes diduga menyalahi aturan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Pemkab Brebes.

Pasalnya, sejumlah pabrik diketahui berdiri di lahan yang masuk dalam ruang terbuka hijau (RTH) dan bukan pada lahan industri skala besar.

Selain itu, pabrik juga diduga berdiri di atas lahan milik negara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah pabrik itu sudah ada yang berdiri dan juga masih dalam proses pembebasan lahan dan pembayaran ganti rugi kepada warga penggarap lahan.

"Saya menggarap satu bidang seluas 1.600 meter persegi. Sudah mendapat ganti rugi sekitar Rp 200 juta," kata seorang warga penggarap lahan, M Sudarto (50).

Ia mengatakan, di lahan itu ditanami padi dan palawija.

"Katanya mau dibikin pabrik sepatu. Ada lahan seluas 30 hektare yang sudah dibebaskan," ucapnya.

Meskipun sudah dibebaskan, petani diberikan kesempatan hingga akhir November untuk menggarap lahan.

Sementara, Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Kabupaten Brebes, Bambang, membenarkan lahan di Desa Jagapura itu berstatus tanah negara atau landerform.

Halaman
12
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help