TribunJateng/

Polisi Buru Pemilik 4 Akun Youtube Pengunggah Dua Sejoli Yang Dianiaya dan Diarak

Kami akan memburu pengunggah video dan siapa pengunggah pertama. Video ini adalah video yang tidak pantas dipertontonkan dan disebarluaskan

Polisi Buru Pemilik 4 Akun Youtube Pengunggah Dua Sejoli Yang Dianiaya dan Diarak
Facebook Jharann Buang
Diarak 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA — Polisi memburu pengunggah dan penyebar video penggerebekan terhadap sepasang kekasih yang dituduh berbuat mesum di Cikupa, Kabupaten Tangerang.

"Kami akan memburu pengunggah video dan siapa pengunggah pertama. Video ini adalah video yang tidak pantas dipertontonkan dan disebarluaskan," ujar Kepala Polres Kabupaten Tangerang AKBP Sabilul Alif dalam akun Instagramnya, @m.sabilul_alif, Selasa (14/11/2017).

Sabilul mengatakan, pihaknya sudah melakukan penindakan terhadap penyebaran video itu. Setidaknya ada empat akun YouTube yang ditutup karena mengunggah video penggerebekan itu.

Baca: Dua Sejoli Ditelanjangi, Diarak dan Dikeroyok Usai Dipaksa Ngaku Mesum. Ini 6 Fakta Sebenarnya!

"Ini bukan berhenti di sini. Kami akan kembangkan siapa saja yang menjadi saksi ataupun jadi pelaku," kata Sabilul.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka adalah G, T, A, I, S, dan N.

Mereka terancam dijerat Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan juncto Pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, R dan MA menjadi korban penganiayaan sekelompok orang karena dituduh berbuat mesum di sebuah rumah kontrakan di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Kepala Polres Kabupaten Tangerang AKBP Sabilul Alif menceritakan kronologi peristiwa yang terjadi pada Sabtu (11/11/2017) malam itu. Menurut Sabilul, awalnya MA minta dibawakan makanan oleh R.

Sekitar pukul 22.00 WIB, R tiba di kontrakan MA untuk mengantarkan makanan. Dua sejoli itu pun masuk ke dalam kontrakan untuk menyantap makan malam bersama.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help