TribunJateng/

RINDU Pada Keluarga Buat Amin Selamat dari Penyanderaan di Mimika Papua

Namanya Amin Triyono. Ia sempat pulang sebelum peristiwa penyanderaan terjadi.

RINDU Pada Keluarga Buat Amin Selamat dari Penyanderaan di Mimika Papua
TRIBUN JATENG/HESTY IMANIAR
Amin Triyono, menceritakan kisahnya selama dia menjadi penambang liar di Mimika, Papua. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK – Keuntungan dari hasil mendulang emas memang cukup tinggi, hal inilah yang mendorong warga Desa Kedondong, Kecamatan Demak Kota, Kabupaten Demak rela meninggalkan kampung halamannya untuk mengadu nasib ke Mimika, Papua.

Salah satu warga Desa Kedondong, Kecamatan Demak Kota, Kabupaten Demak, Jawa Tengah yang menjadi penambang liar di Mimika, Papua berhasil pulang selamat.

Namanya Amin Triyono.

Ia sempat pulang sebelum peristiwa penyanderaan terjadi.

Baca: Begini Semrawutnya Jalan KH Agus Salim Saat Lampu Lalu Lintas Rusak

Amin pun menceritakan kisahnya selama dia menjadi penambang liar di Mimika, Papua.

“Saya di sana lebih kurangnya 7 bulan, dengan menjadi seorang penambang emas di Desa Kimbely, Kecamatan Tembagapura, Mimika, Papua. Lantaran saya sangat merindukan anak dan istri saya, pada 12 November lalu saya pulang, tepatnya di tiga hari sebelum kejadian penyaderaan terjadi,” katanya Selasa (14/11/2017).

Usai lama merantau, ia rindu kampung halamannnya.

Kebiasaan bekerja keras selama di Mimika, Papua pun tetap terlihat walaupun di rumah, kegiatan apa saja dilakukannya.

Baca: Bukan Hanya Materi, Ini Yang Dikorbankan Ladies Snex Untuk PSIS Semarang

Walau merasa sudah aman di kampung halaman namun dia tetap kepikiran nasib kakak dan puluhan rekannya satu desa yang ikut sebagai korban penyanderaan kelompok kriminal bersenjata di Mimika, Papua.

“Sejak tahun 2007 awal saya bekerja di Mimika, Papua kondisi disana tidak pernah mencekam seperti kabar penyanderaan sekarang ini. Di lokasi penambangan pun cukup aman, komunikasi dengan warga lokal pun sangat baik. Setelah menyewa lahan di pesisir sungai kapur saya bersama rekan saya bekerja mendulang emas dari hasil pembuangan freeport. Bahkan hasil bekerja ini pun cukup lumayan, di mana sebagian bisa untuk bekal hidup di perantauan, sisanya ditransferkan ke rumah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa kedondong, Kecamatan Demak Kota, Kabupaten Demak, Sistianto mengatakan, awal keberangkatan warga Kedondong bekerja sebagai pendulang emas di Mimika bermula dari keberhasilan seorang warga yang berkerja disana pada tahun 2000 lalu.

Baca: Anggota DPR RI Ini Ajukan Nama Taufik Kurniawan untuk Maju Pilkada Jateng, Siapa Dia?

Saat pulang kampung dia pun mengajak warga lain berangkat bersama mengadu nasib ke Tembagapura, Mimika, Papua.

“Keberhasilan sebagai penambang emas di sana menjadikan warga lain termotivasi merantau selama 7 bulan atau satu tahun lebih. Mereka bekerja di lahan yang sudah disewanya dan hasilnya biasa dibeli oleh para penadah yang siap uang kontan atau transfer ke rekening tabungan,” bebernya.

Lebih lanjut, Sistiano mengungkapkan, keinginan Amin Triyono bekerja sebagai pendulang emas sama halnya dengan harapan dari 34 warga Kedondong yang ikut sebagai korban penyanderaan kelompok kriminal bersenjata di Tembagapura, Mimika, Papua.

“Mereka ingin bekerja aman, dan mendapat hasil yang bisa dibawa pulang di kampung halaman,” pungkasnya.(*)

Penulis: hesty imaniar
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help