TribunJateng/

Warga Rela Antre Demi Air Salamun, Konon Ini Khasiatnya

Warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo Kudus terlihat sedang mengantre untuk mendapatkan air Salamun di sumur wali Al Makmur Desa Jepang

Warga Rela Antre Demi Air Salamun, Konon Ini Khasiatnya
tribunjateng/dwi laylatur rosyidah
Kirab Budaya ritual air salamun Rebo Wekasan Desa Jepang Kudus Jawa Tengah dalam perjalanannya diguyur hujan, Selasa (13/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dwi Layla dan I. Awaliyah Pimay

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo Kudus terlihat sedang mengantre untuk mendapatkan air Salamun di sumur wali Al Makmur Desa Jepang Kecamatan Mejobo Kudus Jawa tengah, Selasa (14/11/2017).

Air Salamun merupakan air yang telah dibacakan doa dan memiliki kandungan positif untuk kesehatan.

Air salamun ini diambil dari sumur wali yang berada di tengah masjid Wali Al Makmur.

Menurut Juru pelihara dan marabot masjid, Fatkhur Rohman Aziz (25), ada dua versi terkait asal usul air salamun ini.

Yang pertama, dikatakan bahwa Wali Sunan Kudus pernah menunjukkan bahwa di sini (sumur wali) ada sumber air yang baik.

Dan yang kedua, konon Wali Sunan Kudus pernah menancapkan tongkat dan bekas tancapan tersebut berubah menjadi mata air.

Dalam siaran langsung Tribunjateng.com, terlihat puluhan masyarakat mengantre demi mendapatkan air salamun.

Panitia menyediakan 10 ribu kantong plastik dan membatasi satu orang hanya boleh mengambil air sebanyak dua kantong.

kepada Tribunjateng.com, Aziz mengatakan "Air salamun adalah air yang didoakan dalam rabu wekasan serta telah mendapat campuran campuran rajah,"

"Air ini juga telah dibacakan khatama alqur'an baik bil ghoib maupun bin nadlor."

Andito (14) Warga Desa Jepang, Kudus, mengatakan bahwa dia ingin mengambil air Salamun karena menganggap bahwa air tersebut bisa menambah kecerdasan.

Sedangkan Leni (45) rela mengantre untuk mengambil air Salamun karena ia meyakini bahwa air Salamun mampu menyembuhkan suaminya yang mengidap penyakit stroke.

Antrean yang sudah dimulai selepas sholat maghrib tersebut mencapai 10 meter.

Puncak pengambilan air Salamun adalah malam Rabu terakhir di bulan Safar. (*)

Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help