TribunJateng/

Wow! 12 Ribu Bungkus Plastik Ludes Saat Pembagian Air Salamun Kudus

Antrean untuk mendapatkan air Salamun dari sumur wali masjid Al Makmur Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus Jawa Tengah masih ramai

Wow! 12 Ribu Bungkus Plastik Ludes Saat Pembagian Air Salamun Kudus
TRIBUN JATENG/DWI LAYLATUR ROSYIDAH
Tak Terduga, 12 ribu plastik yang disediakan tidak mencukupi permintaan air salamun 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Dwi Layla

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Antrean untuk mendapatkan air Salamun dari sumur wali masjid Al Makmur Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus Jawa Tengah masih ramai meski telah empat jam berlalu, Selasa (14/11/2017).

Pembagian air salamun dimulai selepas jamaah Salat Maghrib dilaksanakan di masjid ini.

Nampak dalam sekeliling bambu yang dimanfaatkan untuk pembatas antrian masih penuh sesak dengan orang.

Anak-anak hingga orang dewasa terlihat dalam barisan antrean tersebut.

Panitia yang semula menyediakan 10 ribu bungkus plastik, harus mencari tambahan karena telah habis.

Fatkhur Rohman Aziz (25), juru pelihara dan marbot masjid wali, mengungkapkan bahwa meski sudah ditambah 2 ribu plastik lagi pun, kejadian 'kehabisan bungkus plastik' terulang kembali.

Akhirnya panitia tak lagi membungkus air salamun, mereka membiarkan warga yang membawa wadah untuk mengambil air sendiri di bawah pengawasan panitia.

"Total plastik yang disediakan panitia berjumlah 12 ribu lebih. Namun karena tetap tak mencukupi, maka warga diperbolehkan membawa wadah sendiri," tuturnya.

Air salamun merupakan air yang telah didoakan dalam rebo wekasan serta telah mendapat campuran rajah.

Spesialnya air salamun yang dimiliki masjid wali adalah tempat pengambilannya.

Menurut penuturan Aziz, Air ini berasal dari sumur peninggalan Sunan Kudus dan telah dibacakan al Qur'an hingga khatam, baik Bin Nadlor dan Bil Ghoib.

Sehingga sebagian masyarakat percaya bahwa air salamun bisa menjadi perantara untuk terkabulnya hajat mereka.(*)

Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help