TribunJateng/

UMK Jateng

BREAKING NEWS, Ribuan Buruh Padati Jalan Pahlawan Tuntut Kenaikan UMP Jateng

Ribuan buruh berunjukrasa di depan Gubernuran di Jalan Pahlawan Kota Semarang, Rabu (15/11/2017).

BREAKING NEWS, Ribuan Buruh Padati Jalan Pahlawan Tuntut Kenaikan UMP Jateng
tribunjateng/like adelia
Ribuan buruh berunjukrasa di depan Gubernuran di Jalan Pahlawan Kota Semarang, Rabu (15/11/2017). 
Ribuan buruh berunjukrasa di depan Gubernuran di Jalan Pahlawan Kota Semarang. Mereka tuntut kenaikan UMP Jateng jadi Rp 2,7 juta
Ribuan buruh berunjukrasa di depan Gubernuran di Jalan Pahlawan Kota Semarang. Mereka tuntut kenaikan UMP Jateng jadi Rp 2,7 juta (tribunjateng/like adelia)

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Like Adelia

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ribuan buruh berunjukrasa di depan Gubernuran di Jalan Pahlawan Kota Semarang, Rabu (15/11/2017).

Mereka membawa bendera warna putih yang bertulis Kesatuan Serikat Pekerja Nasional.

Para buruh ini memulai demo dari Simpanglima Semarang..

Mereka juga berorasi.

Polrestabes Semarang mengerahkan 400 personel untuk pengamanan demo buruh di depan Kantor Gubernur Jateng, jalan Pahlawan Kota Semarang, Rabu (15/11/2017).
Polrestabes Semarang mengerahkan 400 personel untuk pengamanan demo buruh di depan Kantor Gubernur Jateng, jalan Pahlawan Kota Semarang, Rabu (15/11/2017). (tribunjateng/like adelia)

Sebagian besar dari pekerja pabrik di kawasan Semarang Barat dan Semarang Timur.

"Ada 5.000 peserta buruh, tapi yang masuk baru 2000," ucap Slamet Kaswanto (38) koordinator demo, kepada tribunjateng.com.

Sejumlah buruh berdatangan menggunakan pick up, empat perwakilan buruh menyampaikan orasi dan tuntutan.

Mereka menuntut agar pemerintah mencabut PP 78.

"Kita meminta kenaikan UMP tahun 2018 menjadi Rp 2,7 juta. Sedangkan yang disetujui pemerintah adalah Rp 2,3 juta," ucap Slamet.

Hari ini akan ada demo buruh di depan Kantor Gubernur Jateng, jalan Pahlawan Kota Semarang, Rabu (15/11/2017).
Hari ini akan ada demo buruh di depan Kantor Gubernur Jateng, jalan Pahlawan Kota Semarang, Rabu (15/11/2017). (tribunjateng/hermawan handaka)

Empat buruh memanggul keranda yang ditutup kain putih dengan tulisan cabut PP 78.

"Makna keranda ini adalah matinya hati nurani pemerintah yang tidak mencerminkan kelayakan para buruh," lanjut Slamet.

Sejumlah buruh menuntut bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Buruh-buruh padati Jalan Pahlawan di depan Gedung Gubernur. (*)

Penulis: Like Adelia
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help