TribunJateng/

PM Theresa May Akhirnya Menuding Rusia Campur Tangan Dalam Pemilu Inggris

Perdana Menteri Inggris Theresa May melontarkan tuduhan berat kepada Rusia terkait dugaan campur tangan dalam sejumlah pemilihan umum.

PM Theresa May Akhirnya Menuding Rusia Campur Tangan Dalam Pemilu Inggris
net
PM Inggris Theresa May 

"Mereka melakukan campur tangan dalam beberapa pemilu dan meretas situs milik Kementerian Pertahanan Denmark dan parlemen Jerman," ujar May.

"Kami mengetahui yang sedang Anda lakukan dan Anda tidak akan berhasil. Anda meremehkan ketahanan demokrasi yang kami jalankan, prinsip kehendak bebas, dan komitmen negara-negara barat terhadap aliansi yang mengikat kami," tuturnya menambahkan.

May mengatakan, walaupun telah meninggalkan Uni Eropa, Inggris tetap berkomitmen pada pakta keamanan negara Barat alias NATO serta berniat mengamankan kesepakatan Brexit yang disebutnya memperkuat prinsip liberal.

Menurut May, kerja sama ekonomi yang tangguh antara Inggris dan Uni Eropa akan menjadi benteng atas agitasi Rusia di benua biru.

Boris Johnson yang akan mengunjungi Rusia untuk pertama kali sejak menjabat menteri luar negeri Inggris, menyebut negaranya harus waspada namun tetap berhubungan dengan pemerintahan Putin.

Boris Johnson menyebut hal itu sebagai hal krusial setelah selama satu dekade terakhir Inggris dan Rusia berada dalam hubungan yang tegang.

Awal November lalu, Boris Johnson berkata kepada anggota parlemen bahwa ia tidak melihat bukti apapun terkait campur tangan Rusia dalam pemilu Inggris maupun referendum Brexit tahun 2016.

Di sisi lain, selama ini Rusia mengklaim pemerintahan mereka selalu berada dalam posisi netral.

"Kami akan melakukan langkah penting untuk menanggulangi aktivitas Rusia. Tapi ini bukanlah situasi dan hubungan dengan Rusia yang kami kehendaki," kata May.

"Kami tidak ingin kembali ke era Perang Dingin atau konfrontasi yang tidak berkesudahan."

Halaman
123
Editor: sujarwo
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help