TribunJateng/
Home »

Solo

Stasiun Purwosari Solo Dipercantik dengan Tambahan Lantai Kaca

Stasiun yang dibangun tahun 1875 zaman Belanda (stasiun tertua di Solo) dipercantik, dengan penambahan lantai keramik kaca.

Stasiun Purwosari Solo Dipercantik dengan Tambahan Lantai Kaca
TRIBUN JATENG/WID
STASIUN PURWOSARI di Purwosari Solo. Stasiun yang dibangun tahun 1875 zaman Belanda (stasiun tertua di Solo) dipercantik, dengan penambahan lantai keramik kaca. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Stasiun Purwosari, Solo, sedang direnovasi.

Stasiun yang dibangun tahun 1875 zaman Belanda (stasiun tertua di Solo) dipercantik, dengan penambahan lantai keramik kaca.

Begitu diungkapkan oleh Ida Hidayati, Deputi Executive Vice President PT KAI DAOP VI, Rabu (15/11/2017).

Menurutnya, penambahan keramik kaca pada lantai stasiun, agar stasiun tersebut bisa secantik Stasiun Manggarai.

Ida Hidayati, Deputi Executive Vice President PT KAI DAOP VI
Ida Hidayati, Deputi Executive Vice President PT KAI DAOP VI (tribunjateng/akbar hari mukti)

"Beberapa lantai akan kita beri konsep lantai kaca. Namun kita akan tetap mempertahankan konsep bangunan stasiun ini," jelasnya kepada tribunjateng.com.

Ida menjelaskan, penambahan lantai kaca tersebut akan dapat membuat nuansa sejarah dari stasiun tersebut dapat muncul.

"Bahwa ini adalah heritage, yang harus kita pertahankan bentuk model bangunannya," ucapnya.

Meski begitu, pada renovasi kali ini pihaknya tak akan menambah kapasitas bangku untuk ruang tunggu.

Ia menilai, jumlah 800 bangku yang ada di Stasiun Purwosari, Solo, masih mencukupi untuk warga menunggu di stasiun tua tersebut.

Lebih jauh ia menjelaskan, terkait penetapan Stasiun Purwosari sebagai Bangunan Cagar Budaya (BCB) pihaknya masih akan membahasnya dengan pihak terkait.

"Kasusnya sama dengan Manggarai, dan Jebres. Bedanya, keduanya sudah mendapat pengakuan secara tertulis, sedangkan Purwosari belum. Kita akan komunikasikan dengan berbagai pihak," ungkapnya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help