Musim Penghujan

Status Bendung Wilalung Siaga III dan Diperkirakan akan Terus Naik

Tingginya debit air di Bangunan Pengendali Bendung Wilalung Lama (BPBWL) mengalami peningkatan pada awal musim penghujan.

Status Bendung Wilalung Siaga III dan Diperkirakan akan Terus Naik
tribunjateng/Rifqi Gozali
Tingginya debit air di Bangunan Pengendali Bendung Wilalung Lama (BPBWL) mengalami peningkatan pada awal musim penghujan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Tingginya debit air di Bangunan Pengendali Bendung Wilalung Lama (BPBWL) mengalami peningkatan pada awal musim penghujan.

Tingginya debit mencapai 693,600 meter kubik perdetik hingga Jumat (17/11/2017) membuat bendung tersebut berstatus siaga III.

Noor Ali, Koordinator Induk BPBWL mengatakan, status siaga II karena debit air di Bendung Wilalung lebih dari 550 meter kubik perdetik.

Peningkatan debit tersebut disebabkan oleh luapan dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Lusi lantaran pada Kamis (16/11/2017) Kabupaten Blora diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.

“Perkiraan akan terus naik, karena di hulu di daerah pertemuan arus antara Sungai Lusi dan Serang di Desa Menduran, Kecamatan Brati masih cukup tinggi,” katanya..

Bahkan, lanjutnya, tingginya debit air di hulu bisa membuat debit air di Bendung Wilalung mencapai 700 meter kubik perdetik.

“Bahkan bisa meningkat drastis jika di hulu di Grobogan diguyur hujan deras,” katanya.

Meski dalam status siaga III, katanya, masih belum begitu menghawatirkan. Pasalnya, ambang batas membahayakan yaitu ketika debit air menyentuh sampai 800 meter kubik perdetik.

“Kami sudah berupaya dengan memperbaiki pintu air. Karena kalau tanggul jebol bisa berimbas kepada pertanian di Desa Berugenjang, Wonosoco, dan Ngemplak Kecamatan Undaan,” katanya.

Bergas Catursari Penanggungan, Kepala BPBD Kudus mengatakan, pihaknya sampai saat ini telah siap dengan segala kondisi yang akan dihadapi. Pasalnya, awal musim hujan yang biasanya terjadi angin kencang disertai hujan, bukan tidak mungkin akan terjadi musibah angin puting beliung ataupun banjir.

“Untuk saat ini kami masuk dalam keadaan siap siaga. Oleh karenanya, kami sudah memeprsiapkan baik peralatan maupun relawan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved