Asuransi Syariah bakal Makin Moncer Tahun Depan, Inilah Alasannya

Kontribusi atau premi industri asuransi syariah diprediksi tumbuh dua digit pada tahun depan.

Asuransi Syariah bakal Makin Moncer Tahun Depan, Inilah Alasannya
Thinkstock/Nelosa
Ilustrasi asuransi pendidikan 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Kontribusi atau premi industri asuransi syariah diprediksi tumbuh dua digit pada tahun depan. Pasar syariah yang kian berkembang menjadi katalisnya.

Wakil Ketua Bidang Humas & Literasi Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Bunbun Machbub memproyeksikan premi asuransi syariah akan tumbuh 10 persen di 2018. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibanding target 2017 yang naik 8 persen.

Makin tingginya kesadaran masyarakat mencari produk berbasis syariah menjadi salah satu pendorongnya. Selain itu, kewajiban unit usaha syariah (UUS) untuk spin off juga mendorong penetrasi industri ini. 

"Program OJK menggandeng AASI untuk sosialisasi langsung ke tengah masyarakat atau ke dunia pendidikan ke kampus sudah sangat intens sekarang. Ini juga turut mendongkrak pengetahuan masyarakat," kata Bunbun, Selasa (21/11).

Optimisme juga datang dari pelaku bisnis ini. PT Sun Life Financial Indonesia, semisal, memperkirakan bisnis syariah akan makin mengembang. Hingga Oktober 2017, Kepala Divisi Unit Bisnis Syariah Sun Life Srikandi Utami menyebut, pertumbuhan premi bisnis ini mencapai 29 persen.

Ke depan, Srikandi optimistis, bisnis asuransi syariah kian moncer. Sebab Sun Life akan konsisten meningkatkan jumlah tenaga pemasar, layanan kepada nasabah serta produk inovatif. "Kami berencana merilis produk baru di 2018 yang akan dijual melalui bancassurance dan keagenan," kata dia.

Sementara, pertumbuhan unit syariah PT Prudential Life Assurance dalam beberapa tahun belakangan dua digit. Tren tersebut masih akan berlanjut. Corporate Marketing Communications and Sharia Director Prudential Indonesia, Nini Sumohandoyo mengatakan, pertumbuhan asuransi syariah milik Prudential terangkat berkat agen dalam menawarkan produk asuransi syariah

Total keagenan Prudential lebih dari 250.000 orang. Hingga semester I 2017 pendapatan premi Prudential mencapai Rp 13,9 triliun. Sementara premi asuransi syariah sebesar Rp 1,7 triliun.

PT Great Eastern Life Indonesia juga kian gesit mengatur strategi unit syariah. Satu di antaranya kerjasama bancassurance dengan PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk.

Tahun depan, perusahaan ini akan mengembangkan pemasaran digital. Namun, Direktur Great Eastern Life Fauzi Arfan belum belum bisa mengungkap detail kontribusi asuransi syariah terhadap total premi Great Eastern. (Kontan/Umi Kulsum)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help