Bank Indonesia akan Luncurkan Keris Jateng Agar Menarik Minat Investasi

Keris Jateng ini diharapkan dapat membuka akses ekspor Jawa Tengah, dan menciptakan perpektif positif terhadap investasi

Bank Indonesia akan Luncurkan Keris Jateng Agar Menarik Minat Investasi
KOMPAS.COM
ILUSTRASI - Investasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah menyebutkan tingginya daya saing provinsi Jateng tidak diikuti dengan masuknya nilai investasi.

Kepala ‎Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Ban‎k Indonesia Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra‎ menyebutkan, berdasarkan data survei daya saing Jawa Tengah 2016 termasuk peringkat satu kemudian disusul Jawa Barat dan Jawa Timur.

Kendati demik‎ian, jumlah investasi yang masuk tidak sesuai dengan daya saing Jateng yang menduduki puncak.

"Ini ada sesuatu yang harus dibenahi, karena investasi yang masuk lebih kecil dibandingkan provinsi lainnya," jelas dia, disela-sela seminar temu resonden, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Semarang, Rabu (22/11/2017).

Menurutnya, tingginya daya saing ‎Jateng dapat diukur melalui beberapa parameter yakni infrastruktur, upah tenaga kerja dan pendidikan.

‎"Sekarang tinggal bagaimana dibuat perizinan yang mudah sehingga banyak investasi yang masuk," ujarnya.

Untuk itu, Pemprov Jateng saat ini tengah mempermudah perizinan agar meningkatkan masuknya investasi‎.

Termasuk upaya yang dilakukan dengan meluncurkan Koridor Ekonomi, Perdagangan Investasi dan Pariwisata (Keris) Jawa Tengah pada 23 November 2017, di Solo.

"‎Keris Jateng ini diharapkan dapat membuka akses ekspor Jawa Tengah, dan menciptakan perpektif positif terhadap investasi," ucapnya.

Dalam kegiatan yang bertema 'Memperkuat Daya Saing Melalui Inovasi Berbasis Keunikan dan Potensi Lokal' itu juga mengundang Direktur PT Sidomuncul, Irwan Hidayat.

Rahmat mengaku, sengaja mengajak ‎industri pengolahan makanan dan minuman itu yang saat ini merupakan sektor yang berkontribusi terbesar untuk pertumbuhan ekonomi di Jateng.

"Pertumbuhan ekonomi kita, industri pengolahan yang paling besar. Terutama makanan dan minuman, makanya yang kita undang Sidomuncul," jelas dia.

Penulis: raka f pujangga
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved