Pemkab Kudus Sambangi Tukang Jagal Satu Persatu Gara-gara RPH Sepi

Pemerintah kabupaten Kudus turun tangan melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha tukang jagal di Desa Bacin, Kecamatan Bae, Rabu (22/11/2017).

Pemkab Kudus Sambangi Tukang Jagal Satu Persatu Gara-gara RPH Sepi
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Sosialisasi ke pelaku usaha pemotongan hewan ternak ke RPH oleh Pemkab Kudus, Rabu (22/11/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Pemerintah kabupaten Kudus turun tangan melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha tukang jagal di Desa Bacin, Kecamatan Bae, Rabu (22/11/2017).

Hal itu karena Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kudus belum maksimal.

Sa’diyah, Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertanpanga) Kudus mengatakan, sosialisasi tersebut mengajak pelaku usaha potong ternak untuk pindah ke RPH berdasarkan Perda nomor 13 tahun 2017.

Dia mengtatakan, pemotongan yang dilakukan di RPH akan menjamin kualitas daging yang dihasilkan sehingga masyarakat Kudus akan memperoleh daging konsumsi sesuai aturan.

Yaitu sebagai upaya dalam penyediaan daging yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH). Selain itu juga sebagai upaya sejak dini meminimalkan pencemaran lingkungan.

Baca: Begini Leganya Warga Bulu Lor Saat Dengar Ada Ganti Untung

Dwi Listiani, Kasie Usaha Sarana dan Prasanan Peternakan menambahkan pihaknya juga meminta masukan terkait dengan kondisi RPH saat ini agar sesuai dengan kebiasaan para jagal.

Sehingga nyaman membawa hewan ternaknya untuk dipotongkan dan tidak timbul keluhan.

“Kalau untuk kendaraan pengangkut daging, apabila jumlah yang dipotongkan cukup banyak bisa digunakan sebagai fasilitas. Sedangkan masukan-masukan untuk perbaikan fasilitas dalam RPH akan berusaha dipenuhi sampai akhir tahun atau maksimal sampai diberlakukan perda-nya,” katanya.

Baca: Kabupaten Demak Mulai Terapkan E-Planning dan E-Budget, Apa Itu?

Setelah dari Desa Bacin, sosialisasi dilakukan di Kecamatan Gebog. dalam sosialisasi tersebut diikuti perwakilan dari Kejaksaan Negeri Kudus, Polres Kudus, dan Satpol PP Kudus.

Ade Sari, seorang pelaku usaha pemotogan ternak dari Desa Bacin mengatakan, dirinya bersama dua pelaku usaha pemotongan berkenan memindahkan lokasi pemotongan hewan ke RPH.

“Kami sudah melihat kondisi disana. Lantainya memang bagus dan bersih. Tetapi itu malah kurang baik untuk berjalannya hewan ternak. Sebab rawan terpeleset. Jadi kami harapkan penambahan itu kan pengait gantungan untuk daging yang sudah selesai penyembelihan,” kata Ade.(*)

Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help