TribunJateng/

Kasus Bullying dan Kekerasan Siswi SMA Dipicu Sakit Hati

Kapolsek Mawasangka, Iptu Panawi, mengatakan, motif di balik penganiayaan tersebut diduga karena sakit hati.

Kasus Bullying dan Kekerasan Siswi SMA Dipicu Sakit Hati
ist/facebook lambe turah
Cuplikan video yang dishare oleh akun Lambe Turah yang menunjukkan detik-detik bullying yang dilakukan terhadap seorang siswi SMP. 

TRIBUNJATENG.COM, BUTON TENGAH – Sejumlah siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri Mawasangka yang diduga sebagai pelakupenganiayaan seorang siswi SMA Negeri 1 Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, masih terus diperiksa.

Sabtu (25/11/2017), sejumlah saksi dan para pelaku penganiayaan berada di dalam kantor Polsek Mawasangka dengan didampingi orangtuanya. Satu per satu pelaku penganiayaan dan dan saksi dilakukan pemeriksaan di ruang penyidik di Kantor Polsek Mawasangka.

Kapolsek Mawasangka, Iptu Panawi, mengatakan, motif di balik penganiayaan tersebut diduga karena sakit hati.

“Motifnya terjadi persekusi ini karena sakit hati, karena gosip-gosip, isu, saling menghina. Maklum perempuan sehingga ada ketersinggungan dari beberapa orang sehingga dilakukan kejadian itu,” ucap Panawi, Sabtu. 

Meski demikian, dia mengatakan bahwa hingga saat ini, pihaknya belum melakukan penahanan terhadap para pelaku karena mereka juga belum menetapkan tersangka.

“Sesuai yang kami lakukan, setelah menerima laporan, saat ini kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap korban, dan para saksi-saksi. Namun, sampai saat ini kami belum tentukan berapa tersangka yang masuk dalam kategori pelaku,” ungkapnya. 

“Sampai saat ini kita tidak melakukan penahanan karena kita belum juga menentukan para tersangka,” kata tambahnya.

Menurut Panawi, untuk menentukan para pelaku dan tersangka, pihaknya akan melakukan gelar perkara terlebih dahulu.

Sebelumnya diberitakan, beredar video penganiayaan seorang siswi oleh beberapa siswi lainnya di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, di media sosial Facebook, Kamis (23/11/2017).

Dalam video yang berdurasi sekitar 10 menit tersebut, korban berinisial NA (16) menjadi korban kekerasan fisik dari beberapa siswi lainnya di dalam lahan kebun warga tak jauh dari sekolahnya, SMA Negeri 1 Mawasangka. (Kontributor Kompas.com Baubau, Defriatno Neke)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help