TribunJateng/

Ratusan Taruna Akpelni Berlatih di KM Kelimutu, Tempa Mental Berlayar

Study on Board ini merupakan upaya melatih mental taruna-taruna yang tengah belajar pada tahun kedua.

Ratusan Taruna Akpelni Berlatih di KM Kelimutu, Tempa Mental Berlayar
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV PRADANA
Pimpinan KM Kelimutu dan Akpelni berpose bersama taruna-taruni di geladak kapal di perairan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (25/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Reza Gustav

TRIBUNJATENG.COM, KARIMUNJAWA - Sebanyak 183 taruna dan taruni Akademi Pelayaran Niaga Indonesia (Akpelni) Semarang menjalani Study on Board di Kapal Motor (KM) Kelimutu.

Praktik pelatihan ini berlangsung Jumat-Minggu (24-26/11/2017) di atas kapal penumpang yang tengah berlayar melayani rute Semarang-Karimunjawa-Semarang tersebut.

Para peserta merupakan taruna-taruni yang duduk di bangku kuliah semester III.

Latihan ini difungsikan sebagai persiapan bentuk praktik dari kuliah pelayaran.

Sebenarnya mahasiswa Akpelni memiliki tugas berlayar selama setahun pada semester VII.

Study on Board ini merupakan upaya melatih mental taruna-taruna yang tengah belajar pada tahun kedua.

Direktur Akpelni Capt Achmad Sulistyo mengatakan mahasiswanya sudah mendapat pelatihan berlayar di kampus tapi hanya menggunakan alat simulasi.

“Meski menggunakan simulasi berlayar yang benar-benar terasa bagai di dalam di kapal dan mereka mengerti betul cara kerjanya, tapi mental mereka tidaklah sama,” ujar Sulistyo kepada Tribunjateng.com.

Mendengarkan briefing sebelum bertugas
Mendengarkan briefing sebelum bertugas (TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV PRADANA)

Taruna-taruni ini dilatih di kapal Kelimutu sampai mengerjakan hal-hal terkecil.

Mulai dari mengecat, membersihkan bagian-bagian kapal, menurunkan sekoci, membuang jangkar, dan membetulkan bagian-bagian yang rusak.

“Latihan seperti ini melatih mental mereka agar mengerti risikonya besar. Jika mereka gagal di simulasi, tak akan merasakan risikonya. Tapi kalau gagal di kapal yang nyata, risikonya mereka sendiri yang tanggung. Contohnya tenggelam,” tambah Sulistyo.

Dia berharap lebih banyak anak-anak muda Indonesia yang berminat berlayar atau menjadi pelaut.

"Negara kita negara maritim tapi kita kekurangan puluhan ribu perwira pelaut," tuturnya. (*)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help