Korupsi e KTP

Fredrich Yunadi: Saya Ini Fighter Tidak Takut sama Siapapun, Kulaporkan Itu Mahfud MD

40 tahun jadi pengacara saya tidak pernah pakai strategi seperti itu. Saya ini fighter. Siapapun saya hantam. Saya tidak pernah takut

Fredrich Yunadi: Saya Ini Fighter Tidak Takut sama Siapapun, Kulaporkan Itu Mahfud MD
TRIBUNNEWS.COM
Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, menegaskan bahwa kliennya tidak pernah pura-pura sakit untuk menghindari proses hukum 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, menegaskan bahwa kliennya tidak pernah pura-pura sakit untuk menghindari proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi. Fredrich menegaskan, selama berkiprah sebagai pengacara, ia tidak pernah meminta kliennya untuk pura-pura sakit demi menghindari proses hukum.

"40 tahun jadi pengacara saya tidak pernah pakai strategi seperti itu. Saya ini fighter. Siapapun saya hantam. Saya tidak pernah takut pada siapapun," kata Fredrich seperti ditayangkan dalam akun YouTube Najwa Shihab, Jumat (24/11).

"Makanya orang yang pernah kenal saya pasti sakit kepala karena saya fighter. Dulu saya olahragawan tiap hari saya berantem," tambah dia.

Mahfud MD saat mengisi acara sarasehan kebangsaan di Gedung PWNU Jateng, 23 Maret 2014.
Mahfud MD saat mengisi acara sarasehan kebangsaan di Gedung PWNU Jateng, (TRIBUNJATENG.COM/HERMAWAN HANDAKA)

Oleh karena itu, Fredrich akan melawan siapapun yang memfitnah kliennya berpura-pura sakit dengan melapor ke polisi. Ia mengaku sudah melaporkan pakar hukum tata negara Mahfud MD. Dia juga sudah melaporkan 32 akun media sosial yang membuat meme kliennya tengah terbaring di rumah sakit.

"Itu penghinaan. Pencemaran nama baik. Mutlak 100 persen," kata Fredrich.

Fredrich juga menegaskan kepada aktivis Indonesia Corruption Watch Donal Fariz yang hadir dalam acara itu, bahwa ia tidak takut dengan manuver LSM tersebut yang mengorek-ngorek harta kekayaan kliennya.

Tersangka kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto berada di mobil tahan KPK seusai menjalani pemeriksaan di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2017). Kedatangan Setya Novanto ke KPK untuk menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus korupsi proyek e-KTP.
Tersangka kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto berada di mobil tahan KPK seusai menjalani pemeriksaan di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2017). Kedatangan Setya Novanto ke KPK untuk menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus korupsi proyek e-KTP. (KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

"Loh saya enggak takut sama siapapun saya gak takut. Saya di tengah jalan, saya tembak langsung orangnya. Saya enggak ragu-ragu kok. Saya kan punya izin," kata Fredrich.

Novanto sempat menjalani rawat inap di Rumah Sakit Premier Jatinegara. Namun, setelah memenangi praperadilan melawan KPK, beberapa hari kemudian dia langsung sembuh.

Belakangan, KPK kembali menetapkan Ketua DPR dan Ketua Umum Golkar ini sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan proyek E-KTP. KPK bahkan melakukan upaya jemput paksa terhadap Novanto di kediamannya.

Namun setelah itu, Novanto dikabarkan mengalami kecelakaan tunggal dan kembali dirawat inap di RS Medika Permata Hijau.

Akhirnya, KPK memindahkan Novanto ke RSCM. Dokter dari RSCM dan Ikatan Dokter Indonesia menyatakan Novanto tidak perlu dirawat inap. Novanto pun akhirnya dijebloskan ke tahanan KPK, Senin (21/11/2017) dini hari. (Tribunjateng/cetak/Kompas.com)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved