Musim Penghujan

Rumah Pembuatan Tempe Ambruk Tergerus Arus Sungai Gara-gara Sampah

Rumah Pembuatan Tempe Ambruk Tergerus Arus Sungai Gara-gara Sampah di Kelurahan Muktiharjo, Pedurungan,

Rumah Pembuatan Tempe Ambruk Tergerus Arus Sungai Gara-gara Sampah
tribunjateng/Akhtur Gumilang
Sebuah rumah milik Slamet Rasiun (39) ambruk akibat sungai yang mampet di Jalan Ngablak Kidul RT 1 RW 8, Kelurahan Muktiharjo, Pedurungan, pada Jumat (24/11/2017) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebuah rumah milik Slamet Rasiun (39) ambruk akibat sungai yang mampet di Jalan Ngablak Kidul RT 1 RW 8, Kelurahan Muktiharjo, Pedurungan, pada Jumat (24/11/2017) pagi.

Hanya sebagian rumah milik Rasiun yang ambruk beserta halamannya.

Rasiun sendiri merupakan pengusaha tempe.

Kebetulan tempat produksi tempe Rasiun roboh akibat sampah-sampah yang membuat sungai mampet menutupi jembatan dan terus mengikis pondasi rumah.

Saat kejadian, diketahui hujan deras memang mengguyur kelurahannya hingga sampah terus menumpuk dan mengakibatkan rumah Rasiun ambruk.

Sebelum rumahnya roboh, ia sudah menyadari karena halaman rumahnya terlebih dahulu ambles tergerus arus parit pada kamis (23/11/2017) malamnya.

"Pas halaman rumah ambruk, rumah dan tempat produksi saya seakan terbelah menjadi dua karena retakannya," ungkapnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (26/11/2017).

Sebelum halamannya ambruk, sebenarnya Rasiun telah mengecek pondasi rumah yang menjadi tempat produksinya.

Ia bahkan rela memasuki sungai yang banyak ditumpuki sampah pada Kamis sorenya.

"Itu sungainya udah didalamin. Cuman sampahnya yang bikin mampet dan nutupin jembatan. Dalam sungainya aja sedada saya. Pokoknya lumayan dalam," tutur Rasiun.

Ketika Rasiun memeriksa, ternyata tanah pondasi rumahnya sudah habis alias kosong.

Seketika ia bersama istri dan keempat anaknya mengangkut barang-barang produksi tempe agar tidak turut ambruk.

Dalam kejadian ini, pihak kelurahan telah mendatangi dan mengecek rumah Rasiun pada Sabtu (25/11/2017).

"Dari kelurahan sudah datang, cuman saya masih cari tempat ngungsi buat produksi tempenya. Jadi belum kepikiran buat perbaikan," ucap Rasiun. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved