Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Relokasi PKL Barito

Januari Barito Bebas PKL, Mereka akan Dipindah ke Pasar Klitikan Penggaron

Dinas Perdagangan Kota Semarang bakal melakukan sosialisasi akhir November, terkait relokasi PKL Barito

Penulis: m zaenal arifin | Editor: iswidodo
tribunjateng/galih permadi/dok
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perdagangan Kota Semarang segera merelokasi pedagang Barito menyusul pembangunan Pasar Klitikan yang dijadwalkan selesai awal Desember. Disamping itu, relokasi juga mendesak terkait dimulainya normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT).

Terkait rekolasi ini, Dinas Perdagangan Kota Semarang bakal melakukan sosialisasi akhir November.

"Pembangunan Pasar Klitikan di Penggaron selesai 9 Desember, termasuk sudah dibersihkan. Selanjutnya akan dipakai untuk relokasi pedagang Barito," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, Minggu (26/11).

Namun, Fajar mengatakan, relokasi dilakukan secara bertahap. "Desember, BKT sudah mulai dinormalisasi sehingga pedagang harus bersih. Saya targetkan, semua PKL Barito paling lambat minggu kedua Januari harus sudah masuk ke Pasar Klitikan," jelasnya.
Fajar memaparkan, sosialisasi kepada pedagang akan dilakukan Rabu (29/11).

Jalan Barito di samping Banjirkanal Timur Kota Semarang
Jalan Barito di samping Banjirkanal Timur Kota Semarang (tribunjateng/dok)

Sebelumnya, pihaknya akan mengumpulkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk merencanakan tahapan relokasi.

Terkait Pasar Klitikan, Fajar mengungkapkan, kontrak pekerjaan dimulai 13 Juni sampai 9 Desember dengan nilai proyek Rp 13,251 miliar. Pasar tersebut nantinya mampu menampung 2.500 pedagang.

"Apabila nanti kurang, kami relokasi ke Pasar Banjardowo dan Pasar Genuk. Saya harapkan sesuai kluster yang akan diatur ketua peguyuban PKL Barito," tuturnya.

Fajar menambahkan, pihaknya sudah pernah menyosialisasikan pemindahan PKL Barito di empat kecamatan yang membawahi 14 kelurahan yang memangku wilayah BKT. Yakni, enam kelurahan di Kecamatan Semarang, enam kelurahan di Kecamatan Gayamsari, satu kelurahan di Kecamatan Semarang Utara, dan satu kelurahan di Kecamatan Genuk.

Suasana pedagang di Barito. Pemerintah akan melakukan normalisasi BKT mulai tahun 2017. Sosialisasi sudah sering dilakukan Dinas Perdagangan
Suasana pedagang di Barito. Pemerintah akan melakukan normalisasi BKT mulai tahun 2017. Sosialisasi sudah sering dilakukan Dinas Perdagangan (tribunjateng/dok)

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Ruhban Ruzziyatno mengatakan, normalisasi sungai banjir kanal timur (BKT) akan segera dikerjakan. Ia menargetkan, pengerjaan dilakukan awal Desember mendatang.

Ruhban mengungkapkan, lelang proyek normalisasi sungai BKT telah selesai dilakukan dan penandatanganan kontrak juga sudah dilakukan pada pertengahan September lalu. Nantinya, normalisasi akan dikerjakan dalam tiga tahap.

"Hanya saja, pelaksanaanya menunggu izin dari Kementerian Keuangan karena multiyears selama tiga tahun. Maksimal, awal Desember sudah jalan normalisasinya," kata Ruhban.

Lebar sungai yang semula 20 meter kini hanya tinggal 5 meter. BKT akan dinormalisasi mulai tahun 2017. Gambar adalah animasi desain BTK masa depan
Lebar sungai yang semula 20 meter kini hanya tinggal 5 meter. BKT akan dinormalisasi mulai tahun 2017. Gambar adalah animasi desain BTK masa depan (tribunjateng/tim liputan khusus)

Ia menambahkan, BBWS Pemali Juana juga sudah mengupayakan agar proyek normalisasi dipercepat. "Hanya kurang izin dari Kementerian Keuangan saja. Ya, 10 hari lah, pasti keluar izinnya dan normalisasi bisa dimulai," tegasnya.

Dikatakan Ruhban, kondisi sedimentasi di sepanjang sungai BKT memang tinggi. Kondisi tersebut menjadikan sungai sering meluap dan menggenangi rumah warga. "Di samping itu, perilaku warga yang masih membuang sampah sembarangan menjadikan aliran sungai tersumbat. Sehingga resikonya ya banjir," ucapnya. (tribunjateng/cetak/nal)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved