TribunJateng/

Nursholeh Semangati Warga Kota Tegal yang Akan Bertransmigrasi ke Bulungan, Kaltara

Plt Kepala dan Kabid Dinaskerin bersama para transmigran temui Plt Walikota Tegal, Nursholeh, Senin (27/11/2017)

Nursholeh Semangati Warga Kota Tegal yang Akan Bertransmigrasi ke Bulungan, Kaltara
TRIBUNJATENG/BARE KINGKIN
SEMANGAT - Plt Walikota Tegal Nursholeh memberi semangat kepada sejumlah warga Kota Tegal yang akan berangkat transmigrasi ke Bulungan Kalimantan Utara. Mereka didampingi Plt Kepala dan Kabid Dinaskerin pamitan dan minta doa restu kepada Plt Walikota, Senin (27/11/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Plt Kepala dan Kabid Disnakerin bersama para transmigran temui Plt Walikota Tegal, Nursholeh di ruang kerjanya, Senin (27/11/2017) pukul 10.00 WIB.
Tampak lima orang perwakilan dari transmigran ikut menemui Plt Walikota Nursholeh.

Besok para transmigran asal Tegal ini akan bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah beserta Transmigran lain.

Di ruang kerja Nursholeh, tampak Plt Kepala Disnakerin mengemukakan bahwa setiap keluarga mendapatkan lahan satu hektar dan rumah.

Rumah yang akan ditempati adalah tipe 36.

"Mereka juga mendapat uang saku Rp 5 juta/ kk untuk keberangkatan," tutur Markus, Plt Kepala Dinas Disnakerin, kepada Nursholeh.

Tujuh kepala keluarga sebenarnya ikut mendaftar namun hanya lima yang lolos.

Disnakerin meloloskan lima kepala keluarga namun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hanya memiliki jatah empat kepala keluarga untuk Kota Tegal.

Pemerintah atas pertimbangan yang matang akhirnya meloloskan empat kepala keluarga, jumlah empat kepala keluarga tersebut adalah 15 jiwa.

Selain uang saku mereka juga mendapat jaminan hidup selama satu tahun.

"Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membeli lahan di sana untuk digarap oleh para transmigran, target kami adalah warga Tegal yang tidak memiliki tempat tinggal," imbuhnya.

Salah satu transmigran secara langsung mengucapkan terima kasih atas kesempatan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik di luar Pulau Jawa.

"Perjuangan panjang akan kami mulai, terima kasih atas kesempatan ini, ini harus saya jalani, namanya saja perjalanan hidup," tuturnya.

"Ya berterima kasih juga kepada Disnakerin, tanpa mereka progam ini juga tidak akan berjalan. Tentu juga semua pihak pemerintah yang membantu berjalannya progam ini, ya pusat, provinsi. Bersyukur kepada Tuhan, terus-teruslah berusaha dan berdoa untuk bisa memiliki kehidupan yang lebih baik," kata Nursholeh kepada para perwakilan transmigran, Senin (27/11/2017) di ruang kerjanya.

Banyak sekali harapan yang terpancar dari adanya progam ini terutama untuk memperbaiki kehidupan. (*)

Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help