TribunJateng/

Pemkot Tegal Pilih Warga yang Tak Memiliki Rumah dan Pekerjaan Tetap untuk Jadi Transmigran

Dia menjelaskan terkait proses transmigrasi tahun 2017 ini sudah diputuskan ada 15 warga yang diberangkatkan.

Pemkot Tegal Pilih Warga yang Tak Memiliki Rumah dan Pekerjaan Tetap untuk Jadi Transmigran
TRIBUN JATENG/BARE KINGKIN KINAMU
Para transmigran saat menemui Plt Wali Kota Tegal, Nursholeh di ruang kerjanya, Senin (27/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Tegal mengutamakan sejumlah syarat bagi warganya yang ingin mengikuti program transmigrasi.

Plt Kepala Disnakerin Kota Tegal, Markus Wahyu Priyono mengutamakan warga Tegal yang tidak memiliki tempat tinggal dan memiliki motivasi yang kuat untuk mengikuti program transmigrasi.

Dia menjelaskan terkait proses transmigrasi tahun 2017 ini sudah diputuskan ada 15 warga yang diberangkatkan.

Proses pendaftaran dan seleksi peserta transmigrasi telah dimulai sejak bulan Maret tahun 2017.

Akhirnya 15 warga yang berasal dari Slerok, Mantiragen, Panggung dan Mangkukusuman terpilih menjadi transmigran asal Kota Tegal.

"Kami sudah memilih yang memiliki motivasi tinggi, dan tidak memiliki tempat tinggal. Jika tidak, takutnya baru setahun berlalu minta pulang," ungkap Markus.

Warga yang terpilih menjadi transmigran ini, diklaim Markus, memang benar tidak memiliki tempat tinggal.

"Ada seorang transmigran yang tidurnya hanya di masjid. Adapula yang pekerjaannya tidak menentu alias serabutan," sambungnya.

Baca: Mantan Ketua KPK Bongkar Penyebab Para Politisi Menjadi Seorang Koruptor

Halaman
12
Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help