TribunJateng/

Terlihat Sultan Hadlirin Hadir di Festival Ampyang yang Diselenggarakan di Kudus

Hadir Sultan Hadlirin, tokoh terkait tradisi Ampyang diperankan oleh siswa SMA PGRI Kudus.

Terlihat Sultan Hadlirin Hadir di Festival Ampyang yang Diselenggarakan di Kudus
TRIBUN JATENG/DWI LAYLA
Bupati Kudus, Musthofa menyambut peserta kirab Ampyang Maulid di halaman Masjid Wali at Taqwa Desa Loram Kulon Jati Kudus Jawa, Sabtu (2/12/2017). 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Dwi Layla

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Festival Ampyang Maulid yang digelar di depan Masjid Wali At Taqwa Loram Kulon Kudus Jawa Tengah dimeriahkan dengan adanya kirab, Sabtu (2/12/2017).

Kirab berjalan dari apangan sepak bola Desa Loram Wetan dan berakhir di lokasi air mancur Masjid Wali, sembari memberikan penghormatan kepada tamu undangan yang hadir.

Kirab tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, yakni dari lembaga pendidikan, musala di Desa Loram, kelompok kesenian, gapoktan, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan lainnya.

Hadir Sultan Hadlirin, tokoh terkait tradisi Ampyang diperankan oleh siswa SMA PGRI Kudus.

Baca: VIDEO Cerdiknya Philippe Coutinho Tipu Pagar Betis Lawan saat Lepaskan Tendangan Bebas

Bahkan beberapa tokoh lain yakni Dewi Prodobinabar, Kyai Sholeh Haji, Syekh Abdurrahman Tuan Sang-Sang, Ki Gede Loram dan Ki Gede Gulang juga diperankan siswa untuk menyempurnakan kirab ini.

Tidak hanya memerankan saja, peserta kirab juga membawa gunungan makanan, hasil bumi dan nasi kepel yang menjadi makanan khas di festival ini.

Misbachuddin (58), penasehat kepanitiaan dari Festival ini menuturkan bahwa tradisi dari masa Sultan Hadlirin memang membawa ampyang yang ditata di atas tempat bambu persegi diusung menuju masjid.

"Masyarakat membawa nasi dengan lauk pauk dan dilengkapi dengan ampyang, yakni makanan jenis krupuk untuk diusung menuju masjid wali," tuturnya.

Baca: Festival Ampyang Maulid Sudah Jadi Adat Ratusan Tahun di Kudus

Beberapa UMKM juga membawa produknya untuk dikenalkan kepada masyarakat yang hadir, yaitu bandeng presto, tas dan lainnya.

Lembaga pendidikan banyak yang menampilkan pakaian adat nusantara dan menghibur masyarakat dengan beberapa penampilan.

Acara ini akan ditutup dengan pembagian nasi kepel oleh Bupati kepada masyarakat.(*)

Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help