TribunJateng/

WOW Kecantikan Siswi Nganten Mubeng Gapuro Ngalahin Artis

Sepasang pengantin yang diperankan oleh pelajar SMK PGRI 2 Kudus visualisasikan tradisi 'Nganten Mubeng Gapuro' saat Festival Ampyang Maulid

WOW Kecantikan Siswi Nganten Mubeng Gapuro Ngalahin Artis
tribunjateng/dwi laylatur rosyidah
Sepasang pengantin yang diperankan oleh pelajar SMK PGRI 2 Kudus visualisasikan tradisi Nganten Mubeng Gapuro saat Festival Ampyang Maulid Desa Loram Kulon Jati Kudus Jawa Tengah, Sabtu (02/12/2017). 

Laporan Tribun Jateng, Dwi Layla

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sepasang pengantin yang diperankan oleh pelajar SMK PGRI 2 Kudus visualisasikan tradisi 'Nganten Mubeng Gapuro' saat Festival Ampyang Maulid Desa Loram Kulon Jati Kudus Jawa Tengah, Sabtu (02/12/2017).

Mengenakan gaun pengantin berwarna putih, pasangan ini dibacakan doa di depan tamu undangan yang hadir.

Perias putri, naib, wali nikah, juga pengiring menjadi penyempurna dalam visualisasi tradisi ini.

Misbachuddin (58), penasehat kepanitiaan dari Festival ini menuturkan bahwa tradisi 'Nganten Mubeng Gapuro' dahulunya dimaksudkan untuk menyampaikan pengumuman bahwa telah terjadi pernikahan antara sepasang anak Adam.

"Dahulunya tradisi ini menjadi satu cara menyampaikan kepada masyarakat bahwa ada pasangan yang telah halal, telah resmi menikah," tuturnya kepada Tribunjateng.com.

Namun saat ini tradisi tersebut masih terus dilangsungkan agar tidak hilang dan dapat dinikmati oleh masyarakat.

Desa Loram Kulon saat ini menjadi satu-satunya desa wisata di Kabupaten Kudus.

Menurut penuturan Anis Aminuddin, Ketua Paguyuban Desa Wisata Kabupaten Kudus, Tradisi budaya dan UMKM yang berada di desa inilah yang menjadi daya tarik untuk desa wisata.

"Loram Kulon tidak memiliki alam indah namun tradisi budaya dan UMKMlah yang menjadi daya tarik desa ini," tuturnya.

Bupati Musthofa memberikan apresiasi saat visualisasi tersebut dilaksanakan.

"Tidak semua pengunjung yang hadir adalah orang Kudus. Adanya visualisasi diharapkan menjadi cara agar tradisi ini dikenal lebih banyak orang." kata Bupati.

"Contohnya Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning dan Dandim 0722 Kudus, Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo bukan asli orang Kudus, sehingga saat ini mereka jadi tahu bahwa ada tradisi 'Nganten Mubeng Gapuro'," tutur Musthofa. (*)

SIMAK VIDEO INI

Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help