TribunJateng/

Komunitas Peduli Kepemimpinan Bersih Jateng Ajak Pemilih Muda Todak Apatis Terhadap Pilkada

Koordinator komunitas tersebut mengajak kaum muda untuk tidak apatis dan ikut memperjuangkan dan memilih calon kepala daerah.

Komunitas Peduli Kepemimpinan Bersih Jateng Ajak Pemilih Muda Todak Apatis Terhadap Pilkada
ISTIMEWA
Aktifis Fatayat NU, Alfi Satiti berbicara di depan para pemuda perwakilan dari beberapa kampus di Semarang di Banaran Coffe, Semarang, Rabu (6/12/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Komunitas Peduli Kepemimpinan Bersih Jawa Tengah bersama beberapa mahasiswa dari perguruan tinggi di Semarang menyatakan sikap mereka terkait Pilkada serentak tahun 2018 mendatang.

Arief Dwi Purnomo, koordinator komunitas tersebut mengajak kaum muda untuk tidak apatis dan ikut memperjuangkan dan memilih calon kepala daerah yang dipandang bersih.

"Bersama pemuda kami mengajak dan meminta seluruh parpol dan elemen demokrasi untuk tidak menetapkan calon gubernur dan wakilnya yang terindikasi korupsi," jelas Arief.

Baca: LINK LIVE STREAMING Shakhtar Donetsk Vs Manchester City Dini Hari Nanti, Tamu Tak Mau Kalah

Menurutnya, masyarakat saat ini bisa menilai mana calon yang terindikasi korupsi atau tidak dilihat dari berbagai pemberitaan di media.

"Kami juga ingin gubernur dan wakil gubernur nanti adalah orang yang yang tumbuh dan besar di Jateng, bukan tokoh dari luar yang ditarik masuk ke Jateng saat akan ada Pilkada ini," tambahnya.

Terpisah aktifis Fatayat NU, Alfi Satiti menambahkan mewujudkan pemerintahan bersih memang tidak mudah, namun itu bukan hal yang tidak mungkin.

"Tantangannya saat ini masyarakat punya logika lolitik sendiri, di mana tokoh yang berani mengeluarkan uang itu yang akan dipilih," bebernya.

Baca: 115 Lampu Panel Surya Terpasang di GOR Wergu Kudus, Ini Jumlah Anggaran Untuk Membuatnya

Menurutnya pola logika politik masyarakat yang memilih berdamai dengan politik uang seharusnya menjadi tantangan kaum muda untuk merubah tardisi itu.

"Misalnya teman perempuan di Fatayat NU, mereka bukan tipikal yang mudah untuk dimobilisasi ke sosok cagub tertentu, tapi lebih ditanamkan ke mereka untuk memilih sesuai kriteria," pungkasnya.(*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help