TribunJateng/

Siapa Calon KSAU bila Marsekal Hadi Tjahjanto Jadi Panglima TNI? Nama-nama Ini Berpeluang Besar

Jika Marsekal Hadi ditetapkan sebagai Panglima TNI, otomatis kursi KSAU yang selama ini didudukinya menjadi kosong.

Siapa Calon KSAU bila Marsekal Hadi Tjahjanto Jadi Panglima TNI? Nama-nama Ini Berpeluang Besar
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersiap mengikuti fit and proper test calon Panglima TNI di Komisi I DPR, gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (6/12/2017). 

Berbekal jam terbang itu, perwira yang pernah menjabat Komandan Lanud Atang Sendjaja Bogor ini bisa menjadi kuda hitam dalam bursa calon KSAU.

Alumni 1984

Perwira yang berpeluang menjadi KSAU dari angkatan ini adalah Marsdya Bagus Puruhito yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Lemhanas.

Bagus tercatat pernah menjabat sebagai Pangkoopsau I, Asops Kasau dan sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU).

Namun, dari penilaian politis, kans Marsdya Bagus menjadi orang no 1 di TNI AU terbilang kecil.

Marsdya Bagus Puruhito
Marsdya Bagus Puruhito (IST)

Pasalnya, dia pernah menjadi ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain Bagus, nama lain adalah Marsda M Syaugi, peraih Adhi Makayasa yang kini menjadi Kepala Basarnas (Jabatan bintang tiga).

M Syaugi tercatat pernah menjabat Dirjen Renhan Kemhan RI.

Alumni 1983

Meski mayoritas perwira lulusan tahun ini sudah pensiun, masih ada nama Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja.

Pria kelahiran Salatiga, Jawa Tengah, 5 Januari 1961 ini pernah menjabat Wakil KSAU sebelum dimutasi menjadi Sekjen Kementerian Pertahanan RI.

Karena faktor regenerasi, peluang Hadiyan tidak sebesar nama-nama lain.

Marsdya Hadiyan S
Marsdya Hadiyan S (TRIBUNNEWS)

Apalagi lulusan '83 sudah pernah ada yang menjabat KSAU, yakni Marsekal Agus Supriatna.

Nah, dari nama-nama di atas, siapa yang berpeluang menjadi KSAU menggantikan Marsekal Hadi?

Melihat kedekatannya dengan Marsekal Hadi dan berasal dari "lifting" atau angkatan yang sama, nama Yuyu Sutisna mempunyai kans paling besar.

Namun, jawaban pasti ada di tangan Presiden Jokowi.

Presiden memiliki hak prerogatif untuk memilih kepala staf angkatan. (tribunnews/malvyandie haryadi)

Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help