Anggota Pengadilan Negeri Solo Berdebat dengan Kuasa Hukum saat Menyita Rumah Jaminan Hutang

Kuasa hukum Poppi Irawati, M. Badrus Zaman, bersama sejumlah rekan berusaha menghalagi proses eksekusi itu.

Anggota Pengadilan Negeri Solo Berdebat dengan Kuasa Hukum saat Menyita Rumah Jaminan Hutang
TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI
Petugas mengangkut barang-barang milik keluarga Ifan saat proses eksekusi berlangsung, di Solo, Kamis (7/12/2017). 

Baca: Pemkot Semarang Tambah Lagi Trotoar Cantik, Wali Kota Hendrar Prihadi Langsung Unggah Foto Ini

Namun, Badrus melanjutkan pihaknya menolak dilakukan eksekusi lantaran saat ini masih ada proses hukum yang sedang berjalan.

Karena pihak ketiga yakni Poppi Irawati saat ini mengajukan perlawanan terhadap perkara tersebut.

Perlawanan itu menurutnya diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Solo beberapa waktu lalu. Saat ini, paparnya, proses persidangan sudah berjalan dua kali.

"Masih ada proses hukum yang sedang berjalan, maka kami menilai eksekusi ini tidak menghormati proses hukum. Selain itu, ini kan merupakan harta gono gini, jadi yang memiliki hak bukan hanya Ifan," urai dia.

Badrus juga menilai, lelang yang dilakukan oleh Bank BRI kantor Cabang Slamet Riyadi melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (PKNL) tidak wajar.

Hal tersebut karena harga yang dilelangkan jauh di bawah nilai appraisal.

"Empat tahun lalu appraisal rumah ini sudah mencapai Rp 800 juta, pastilah sekarang harganya juga sudah naik. Lha ini kok cuma Rp 500 juta. Kalau harganya bisa lebih atau di sana ada sisa, tak masalah," jelasnya.

Sementara, Juru Sita PN Solo, Punjung Ari Wibowo menjelaskan proses eksekusi ini sudah sesuai hukum.

Ia menjelaskan pemenang lelang sudah mengajukan permohonan eksekusi disertai dengan bukti hasil lelang.

Halaman
123
Penulis: akbar hari mukti
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help