TribunJateng/

Bikin Merinding saat Ovil Perankan Marsinah Menggugat di Unnes

Adegan demi adegan tersaji dalam pementasan monolog yang ditampilkan di Ruang 106 Gedung B1 Bahasa dan Sastra Indonesia Unnes

Bikin Merinding saat Ovil Perankan Marsinah Menggugat di Unnes
TRIBUN JATENG/DENI SETIAWAN
Ovillia Putri Hastiti (21) mahasiswi Sastra Indonesia FBS Unnes semester lima saat memerankan sosok Marsinah dalam naskah Marsinah Menggugah yang dipentaskan di Ruang 106 Gedung B1 Bahasa dan Sastra Indonesia FBS Unnes, Kampus Sekaran Gunungpati Kota Semarang, Kamis (7/12/2017) petang.

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - “Kalau saja dalam kesunyian mencekam yang dirasuki hantu-hantu ini aku dapat merasakan kesunyian yang sebenar-benarnya sunyi.”

Itu menjadi kalimat pertama yang disampaikan Marsinah dari balik peti jenasah.

Tiba-tiba “Brak!” penutup peti tersebut terhempas jatuh ke lantai.

Baca: Kecelakaan Karambol Terjadi Lagi di Jalan Ungaran-Bawen, Satu Orang Meninggal Dunia

Terlihatlah sesosok wanita berwajah pucat, berkostum balutan kain putih dipenuhi bercak darah. Dia kemudian bergerak maju, keluar dari dalam peti yang telah membuatnya pengat itu.

Tak lama kemudian, dia mendorong peti jenasah yang masih berdiri tegak itu hingga akhirnya sejajar lantai yang menjadi panggung untuk seorang buruh pabrik arloji di Porong Jawa Timur, berusia 24 tahun itu menggugat.

Adegan demi adegan tersaji dalam pementasan monolog yang ditampilkan di Ruang 106 Gedung B1 Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (FBS Unnes), Kampus Sekaran Gunungpati Kota Semarang pada Kamis (7/12/2017) petang itu.

Ya, Marsinah Menggugat, naskah murni monolog karya Ratna Sarumpaet tersebut berkisah tentang ketragisan buruh perempuan yang ditemukan mati terbunuh pada 9 Mei 1993 silam. Yang semuanya itu berawal dari konflik di Sidoarjo Jawa Timur yang diikuti pula kejahatan kemanusiaan seperti penculikan, penyiksaan, asusila, hingga pembunuhan.

Suasana kesedihan atas penyiksaan dan penindasan cukup melekat di sepanjang pementasan yang berlangsung sekitar 45 menit itu. Dan kisah Marsinah yang dipentaskan seakan cukup tepat karena baik disadari maupun tidak, pada 22 Desember 2017 mendatang, menjadi ajang refleksi bagi kaum hawa melalui Hari Ibu.

“Cukup berat ketika saya memperoleh naskah Marsinah Menggugat, hasil dari undian sebelum pelaksanaan Parade Monolog 2017 tersebut. Semakin ada beban ketika setelah terasa dan teringat, ini dipertontonkan menjelang Peringatan Hari Ibu,” kata Ovillia.

Kepada Tribunjateng.com, Kamis (7/12/2017) petang, Ovil –sapaan akrab Ovillia Putri Hastiti itu—antara kapok dan tidak kapok, puas dan tidak puas dalam mementaskan naskah tersebut. Beban semakin menumpuk ketika naskah yang didapatnya merupakan naskah yang sudah cukup banyak dipentaskan.

“Yang paling susah adalah menghafal naskah. Dari naskah itu bagaimana saya bisa larut ke dalam suasana tersebut. Saya secara pribadi belum puas dan masih banyak kekurangan, meskipun sudah berlatih selama dua bulan ini. Di sisi lain, saya berterima kasih karena akhirnya bisa menampilkan monolog yang kali pertama dilakukannya,” tandas Ovil.

Sekadar informasi, Parade Monolog 2017 ini dilaksanakan selama tiga hari. Hari pertama, Kamis (7/12/2017) ada empat naskah. Yakni naskah Pidato karya Putu fajar Areana yang dipentaskan Nanda Aziz, Surti dan 3 Unggas karya Goenawan Mohamad oleh Quintana Balqis.

Lalu, naskah Racun Tembakau karya Anton Chekov yang dimainkan oleh Tabita Nugrahani dan Marsinah Menggugat karya Ratna Sarumpaet yang dimainkan Ovillia Putri Hastiti. Di hari kedua, Jumat (8/12/2017) ada tiga naskah. Naskah Sidang Jembatan, Balada Sumarah, dan Aeng atau Alimin. Hari terakhir, Sabtu (9/12/2017) ada tiga naskah lagi, yakni naskah Anak Kabut, Kasir Kita, dan Mayat Terhormat.(*)

Penulis: deni setiawan
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help