TribunJateng/

Donald Trump Dinilai Pengamat Ini Sudah Gila, Empat Kelompok Bisa Marah Atas Sikap Amerika

Di samping itu, tindakan tersebut juga akan melukai dan membuat marah empat kelompok agama dan bangsa-bangsa atau negara ini

Donald Trump Dinilai Pengamat Ini Sudah Gila, Empat Kelompok Bisa Marah Atas Sikap Amerika
Reuters
Presiden AS Donald Trump memegang proklamasi yang ia tandatangani, yang menyatakan Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, setelah selesai menyampaikan pidato di Gedung Putih di Washington, 6 Desember 2017. AS juga bakal memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem. 

TRIBUNJATENG.COM - Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyetujui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel merupakan sikap gila sang Presiden.

Di samping itu, tindakan tersebut juga akan melukai dan membuat marah empat kelompok agama dan bangsa-bangsa atau negara ini.

Demikian dikatakan  Pengamat Timur Tengah Abdul Muta'ali dalam sebuah wawancara khusus dengan Televisi Metro Tv, Kamis (7/12/2017) siang.

"Sikap Donald Trump yang mendukung Jerusalem jadi Ibu Kota jelas sangat melukai empat pihak ini, yaitu masyarakat Muslim, masyarakat Kristen, bangsa-bangsa Arab, dan rakyat Palestina pada khususnya," ujar Muta'ali.

Dia menambahkan, Yerusalem tidak hanya sebuah kota biasa yang kini secara fisik dikuasai oleh Negara Israel.

Jerusalem adalah kota suci bagi tiga agama besar di dunia, yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi.

"Di situ ada Masjidil Aqsa, masjid suci umat Islam, juga tempat kelahiran Nabi Isa (Kristen), dan juga ada tembok ratapan yang merupaka kota suci bagi umat Yahudi.

Di samping itu, tindakan Donald Trump itu juga bisa memicu kembali maraknya aksi terorisme dan radikalisme.

"Saya kira Donald Trump bukan cuma otoriter, tetapi sakit jiwa," tandasnya.

Selama ini, Amerika Serikat sering menjadi mediator untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah.

Halaman
123
Editor: muslimah
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help