TribunJateng/

Praperadilan Setya Novanto

Hakim Kusno: Praperadilan Setya Novanto Baru Gugur Setelah Pembacaan Dakwaan Kasus e-KTP

Sidang praperadilan jilid II Setya Novanto kembali dilaksanakan di ruang sidang Utama, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,

Hakim Kusno: Praperadilan Setya Novanto Baru Gugur Setelah Pembacaan Dakwaan Kasus e-KTP
Tribunnews.com/ Fahdi Fahlevi
Suasana sidang Praperadilan Setya Novanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sidang praperadilan jilid II Setya Novanto kembali dilaksanakan di ruang sidang Utama, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jln Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (7/12/2017).

Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim tunggal Kusno, kuasa hukum Setya Novanto, Ketut Mulya Arsana, menilai penetapan tersangka terhadap kliennya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak sah.

Ketut beralasan bahwa penetapan tersangka yang dilakukan KPK terhadap Setnov tidak berdasar hukum.

Baca: Blak-blakan Beri Kesaksian Korupsi e-KTP, Andi Narogong Bongkar Tiga Nama yang Berperan Penting

Menurutnya penetapan tersangka kedua terhadap Novanto memiliki kesamaan objek, subjek materi perkara.

"Yang dilakukan termohon terhadap diri pemohon adalah tidak sah," ujar Ketut.

Ketut menyatakan bahwa Setya Novanto telah memenangkan gugatan praperadilan sebelumnya.

Penetapan tersangka kedua Setya Novanto keluar setelah diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) pada 31 Oktober 2017.

Ketut juga mengkritisi terkait dengan tersebarnya SPDP terhadap kliennya yang beredar luas di aplikasi Whatsapp kalangan awak media beberapa waktu lalu.

"Bahwa sebelum SPDP di terima oleh pemohon ternyata SPDP dari termohon tersebut telah beredar dan tersebar di media cetak dan elektronik," ucap Ketut.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help