TribunJateng/

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pertamina Tambah Pasokan BBM 7,6 Persen

Dengan berbagai keunggulan itu, kini banyak masyarakat yang beralih dari BBM premium ke pertalite

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pertamina Tambah Pasokan BBM 7,6 Persen
tribunjateng/budi susanto
SPBU di Jalan Menoreh Raya, depan pasar Sampangan, yang sudah lama tidak beroperasi, dipakai untuk parkir truk dan tempat bermain anak-anak, Rabu (17/1/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV memastikan stok BBM dan elpiji di wilayah Jawa Tengah aman.

Unit Manager Communication & CSR Jawa Bagian Tengah, Andar Titi Lestari menjelaskan, melihat tren peningkatan konsumsi BBM dan elpiji yang terjadi selama ini.

Pertamina telah menyiapkan stok tambahan yang bervariasi di tiap-tiap daerah dengan rata-rata kenaikan 7,6% untuk Gasoline (Premium dan Pertamax Series) dan Gasoil (Solar/Bio + Pertamina Dex series) akan mengalami penurunan -0,9%.

Namun sisi Pertamina Dex akan mengalami kenaikan 20,9% dan rata-rata kenaikan 11 % untuk elpiji (PSO & Non-PSO) dibandingkan rata-rata konsumsi harian 2017.

"Pertalite sebagai salah satu Bahan Bakar Khusus (BBK) unggulan Pertamina telah disiapkan tambahan stok hingga 7 % dari rata-rata konsumsi harian 6.205 KL, diikuti dengan kenaikan stok produk lainnya seperti Pertamax naik 8%, Pertamax Turbo naik 12%, Premium naik 7% dan Dexlite naik 7,5%," jelas Andar dalam rilisnya, Kamis (7/12/2017).

Pembakaran optimal yang dihasilkan oleh pertalite tak hanya berimbas pada kinerja dan umur mesin tapi juga berpengaruh pada konsumsi minyak yang lebih irit.

Dengan berbagai keunggulan itu, kini banyak masyarakat yang beralih dari BBM premium ke pertalite.

Sedangkan untuk bahan bakar minyak subsidi atau yang lazim disebut Public Service Obligation (PSO) seperti Solar diantisipasi mengalami penurunan yang relatif lebih sedikit yakni sebesar 1 % dengan rata-rata harian konsumsi 5.355 KL‎ jika dibandingkan dengan konsumsi normal.

"Penurunan pada stok Solar ini disebabkan adanya kebijakan untuk kendaraan besar dan truk dilarang melintas selama libur natal dan tahun baru," tambah Andar.

Tidak jauh berbeda dengan produk BBM, Pertamina juga telah menyiapakan antisipasi kenaikan konsumsi produk LPG baik PSO maupun Non-PSO dengan peningkatan rata-rata sebesar 10-11% dibandingkan dengan rata-rata normal harian tahun 2017 pada wilayah Jateng DIY.

"Untuk memonitor stok BBM dan elpiji secara lebih komprehensif, Pertamina wilayah Jateng dan DIY membentuk SATGAS (Satuan Tugas) Natal dan Tahun Baru yang diperkuat dengan dibentuknya 14 SPBU dan 20 SPBE kantong yang tersebar di berbagai lokasi guna memperpendek jarak dan waktu tempuh mobil tangki," ujar Andar. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help