TribunJateng/

Ketua DPRD Kota Semarang Minta Pemkot Jalin Komunikasi Terkait Semarang Outer Ring Road

Hal itu menyikapi adanya penolakan warga pemilik lahan untuk pembuatan jalan dari arteri Yos Sudarso Semarang sampai Kaliwungu, Kendal.

Ketua DPRD Kota Semarang Minta Pemkot Jalin Komunikasi Terkait Semarang Outer Ring Road
Tribun Jateng/Yayan Isro Roziki
Para pekerja kemali meneruskan pengaspalan Jalingkut Kudus, yang sempat terhenti beberapa waktu karena aksi blokade warga. (yan) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNHATENG.COM, SEMARANG - Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk membangun komunikasi yang baik dengan warga pemilik lahan yang akan dibebaskan lahannya untuk pengerjaan proyek Semarang outer ring road (SORR) atau jalur lingkar luar Semarang.

Hal itu menyikapi adanya penolakan warga pemilik lahan untuk pembuatan jalan dari arteri Yos Sudarso Semarang sampai Kaliwungu, Kendal.

"Harus ada komunikasi yang baik dalam proses pembebasan itu. Masa sampai sekarang belum ada pembebasan lahan. Ini akan jadi bahan evaluasi kami di DPRD agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut," katanya, Kamis (7/12/2017).

Baca: KREATIF! Pasutri di Kendal Ini Manfaatkan Tanaman Sekitar untuk Jadi Sirup Kesehatan

Menurut Supriyadi, pembangunan SORR sangat penting.

Selain sudah terencanakan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kota Semarang, SORR juga bisa menjadi solusi agar kesemrawutan lalu lintas di Kota Semarang seperti sekarang bisa tertangani.

Lebih lanjut ia mengatakan, terkait anggaran yang besar, memang menjadi kendala tersendiri. Hanya saja hal itu bisa direncanakan melalui penganggaran tiap tahunnya.

Ia mencontohkan, penanganan rob dan banjir yang terjadi setiap tahunnya. Persoalan tersebut bisa tertangani melalui penganggaran secara bertahap.

"Apapun alasannya, Semarang outer ring road tetap harus dilaksanakan. DED dan Amdal sudah jadi. Hanya saja memang harus terencana dengan baik yang meliputi bagaimana menyediakan anggaran itu. Kalau tidak mencukupi, bagaimana bisa mendapat anggaran tambahan, bisa dari pusat atau swasta," tandasnya.

Baca: Kecelakaan Karambol Terjadi Lagi di Jalan Ungaran-Bawen, Satu Orang Meninggal Dunia

Ia tidak menampik meski SORR telah direncanakan lama, namun masih ada kendala yaitu masyrtakat yang sulit untuk melepas aset lahannya untuk membuat SOR.

Di situlah pentingnya komunikasi yang baik dibangun agar apa yang sudah terprogramkan bisa terealisasi.

"Yang sudah direncanakan lama saja masih ada kendala, apalagi yang perencanaannya kurang," ucapnya.(*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help