TribunJateng/

Kota Semarang Tertinggi Jumlah Kasus Kekerasan Perempuan di Jateng

Ada sebanyak 352 kasus kekerasan terhadap perempuan di Jawa Tengah (Jateng).

Kota Semarang Tertinggi Jumlah Kasus Kekerasan Perempuan di Jateng
ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ada sebanyak 352 kasus kekerasan terhadap perempuan di Jawa Tengah (Jateng).

Selain itu, sebanyak 704 perempuan menjadi korban selama tahun 2017 ini.

Data tersebut diungkapkan Organisasi non pemerintah (NGO), Legal Resource Center untuk Keadilan Jender Dan Hak Asasi Manusia (LRC -KJHAM) pada Kamis (7/12/2017) ini.

Direktur LRC -KJHAM Dian Puspitasari mengungkapkan, kasus kekerasan terhadap perempuan tersebar di 35 Kabupaten Kota di Jateng.

Namun fakta yang lebih mengejutkannya adalah Kota Semarang berada di posisi teratas.

Menurut Dian, tiga wilayah teratas yakni Kota Semarang ada 118 kasus atau 48,11%, disusul Magelang 47 kasus atau 17,8% ,dan Kabupaten Kendal 22 kasus atau 10,30%.

Ia menyampaikan data-data tersebut dalam diskusi "Situasi Pelanggaran Hak Asasi Perempuan Korban Kekerasan Di Jawa Tengah" dan Launching Film Pencegahan Trafficking di kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jateng.

"Kota Semarang memang teratas. Disusul Magelang, dan Kendal," jelas Dian kepada Tribunjateng.com, Kamis (7/12/2017).

Selanjutnya, Kabupaten Wonogiri tercatat ada sebanyak 20 kasus atau 9,12%.

Untuk Kabupaten Salatiga, Kabupaten Pati, dan Kabupaten semarang ada 12 kasus atau 7,10%, disusul Kabupaten Blora dan Kabupaten Pekalongan sebanyak 10 kasus atau 2,26%.

"Untuk kasus terkecil ada di Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar dengan 8 kasus atau 2,18%," tambahnya.

Dalam hal ini, dia menerangkan, kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan jenis kasus tertinggi di tahun 2017 yaitu mencapai 117 kasus atau 33,3%.

"Kasus kekerasan dalam pacaran lumayan banyak yakni ada 91 kasus atau 25.8%. Semua hasil ini merupakan data-data yang telah kami peroleh selama tahun ini," jelas Dian.(*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help