TribunJateng/

Masyarakat Cenderung Pentingkan Karbohidrat daripada Nutrisi, Ini yang Dilakukan Pemkot Salatiga

Kepala Dinas Pangan setempat, Husnani, mengatakan jika selama ini banyak warga yang hanya paham pentingnya karbohidrat, tetapi nutrisi diabaikan.

Masyarakat Cenderung Pentingkan Karbohidrat daripada Nutrisi, Ini yang Dilakukan Pemkot Salatiga
TRIBUN JATENG/PONCO WIYONO
Kepala Dinas Pangan Kota Salatiga Husnani (kiri) menunjukkan kepada Sekda Fakruroji jenis menu makan siang yang ideal saat sosialisasi B2SA di Pendapa Balaikota, pada Kamis (7/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Kebutuhan akan asupan nutrisi yang optimal masih dirasakan masyarakat Kota Salatiga.

Kepala Dinas Pangan setempat, Husnani, mengatakan jika selama ini banyak warga yang hanya paham pentingnya karbohidrat, sementara asupan nutrisi lain masih diabaikan.

"Protein, vitamin, mineral dari sayur-sayuran masih kurang, padahal semuanya penting agar apa yang diserap tubuh kita seimbang," kata Husnani saat acara Kampanye Gerakan Peningkatan Kualitas Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) di Pendapa Balaikota, Kamis (7/12/2017).

Baca: Kecelakaan Karambol Terjadi Lagi di Jalan Ungaran-Bawen, Satu Orang Meninggal Dunia

Dalam acara yang dihadiri perwakilan masayarakat dari gabungan organisasi wanita, PKK, dan Himpaudi itu, pembicara utama yakni ahli gizi Florentinus Nurtitus mengatakan sebenarnya penerapan B2SA merupakan hal yang mudah.

"Cukup dengan memperhatikan kandungan nutrisinya pada bahan makanan yang selama ini mudah didapatkan. Sebaiknya para ibu juga menjaga asupan nutrisi keluarganya dengan meminimalisasi peluang suami dan anak makan di luar dengan lebih sering memasak di rumah," kata Florentinus.

Baca: Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor Capai Rp 8 Miliar, Samsat Ajak TNI Menagih Penunggak

Ia menambahkan, asupan gizi yang baik akan menjadikan anak-anak tumbuh secara ideal. Selain itum lingkungan yang bersih termasuk olahraga rutin juga akan menjaga keluarga dan sakit tidak menular.

"Semua pasti mau punya anak yang sehat, posturnya bagus, dan cerdas. Oleh sebab itu sebaiknya program bagus ini segera diterapkan, dan bisa dimulai dari diri sendiri," jelasnya.

Dikatakan Husnani, soisialisasi program B2Sa ini nantinya akan dilakukan secara menyeluruh dengan mengundang elemen masyarakat yang lebih luas lagi.(*)

Penulis: ponco wiyono
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help